rekontruksi pembunuhan di sawangan
REKONTRUKSI: Tersangka J saat melakukan Rekontruksi di Polres Metro Depok pada Senin (23/11). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK
rekontruksi pembunuhan di sawangan
REKONTRUKSI : Tersangka J saat melakukan Rekontruksi di Polres Metro Depok pada Senin (23/11). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Malam minggu 14 November 2020 begitu hening di kontrakan RT1/3 Gang Kopral Dalam, Kelurahan Sawangan Baru, Sawangan Depok. Sekira pukul 23:00 WIB, Dendi yang merupakan kakak kandung tersangka J sedang tertidur pulas. Dendi begitu pulas tertidur, setelah bercekcok mulut dengan J. Percekcokan disulut diakibatkan J meminta izin menikah kepada Dendi.

Merasa tak terima permintaanya. J langsung berfikir jahat. Seketika J mengambil tabung gas 3Kg yang berada tak jauh darinya. Penuh emosi, membawa tabung gas hijau menuju Dendi, dan dengan sekejap diarahkan Dendi.

Tabung gas menjadi alat satu-satunya yang ampuh menghabisi nyawa sang kakak. Pertama, J memukul kepala bagian kiri Dendi kencang sejadinya. Kebetulan saat itu Dendi tidur menghadap samping dialasi karpet tipis, dengan sebuah bantal kepala.

Saat J memukul kepala Dendi, Dendi langsung berbalik badan. J refleks mengambil bantal yang sebelumnya digunakan Dendi. Bantal tersebut digunakannya untuk menutupi bagian muka Dendi.

Menit demi menit berlalu J juga belum puas mengakhiri hidup kakak kandungnya. J pun menduduki muka Dendi yang dialasi bantal. Posisi Dendi saat itu sudah kejang. Namun, tak henti J tetap melakukan serangan kepada Dendi. J menyilangkan tangan Dendi bermaksud mengunci, kemudian menggetok alat kelamin Dendi sebanyak tiga kali dengan tangan kosong.

Nafas akhir Dendi pun terhembus. Lantas, J langsung membungkus mayat Dendi dengan alas tidurnya. Jam sudah berganti, pada dini hari J keluar rumah. Tanpa diliputi perasan bersalah sedikit pun, J pergi ke daerah Leuwiliang, Bogor menggunakan motor menemui seorang temannya bernama Khoer. Saat itu, J menceritakan kejadian pembunuhan terebut kepada Khoer.

Di Bogor, J menginap selama satu malam. Dan hari berikutnya, pada 16 November 2020, J datang kembali ke kontrakan. J tidak datang seorang diri, dia datang bersama dengan Khoer.

Setelah masuk ke dalam rumah kontrakan, J dan Khoer langsung membuka dua buah ubin yang ada di dalam kontrakan. Dua buah ubin berukur 30×30 tersebut dicongkel mengenakan alat seadanya yang memang sudah mereka rencanakan.