cuaca panas di musim dingin
ILUSTRASI
cuaca panas di musim dingin
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM – Meski sudah memasuki musim penghujan sejak Oktober 2020, namun beberapa hari terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia justru mengalami cuaca sangat panas.

Hal ini pun dikaitkan dengan aktivitas Gunung Merapi yang siaga dan kabar gelombang panas yang beredar di grup Whatsapp.

Namun, informasi tersebut dibantah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kasubid Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi mengatakan, bukan karena aktivitas Gunung Merapi, beberapa hari terakhir wilayah Yogyakarta dan sekitarnya tidak hujan. Tetapi, kondisi cuaca yang cerah membuat tidak ada awan yang menghalangi sinar matahari masuk. Hal inilah yang menyebabkan cuaca terasa gerah dan panas.

Selain bukan karena aktivitas Gunung Merapi, Adi mengatakan, cuaca panas di Indonesia juga bukan karena gelombang panas.

“Enggak bakal ada gelombang panas di Indonesia (saat ini),” kata Adi.

Penyebab musim hujan tapi panas di Indonesia

Adi menjelaskan, suhu panas akhir-akhir ini di seluruh wilayah Indonesia disebabkan oleh faktor klimatologis.

Secara klimatologis, bulan Oktober dan November adalah periode transisi pergerakan semu matahari dari Equator ke Belahan Bumi Selatan yang mencapai puncak pada 21 Desember di posisi 23,5 Lintang Selatan (Tropic of Capricorn).

Pada November hingga April adalah periode musim hujan di Indonesia khususnya Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Pada periode tersebut juga merupakan periode di mana pergerakan semu matahari bergerak dari equator ke selatan, mulai 21 September – tepat di equator – bergerak ke Lintang Selatan Hingga 23,5 Lintang Selatan pada 21 Desember (puncaknya),” papar Adi.