Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Satelit Depok Penghuni Bantaran Sungai Diminta Waspada

Penghuni Bantaran Sungai Diminta Waspada

0
Penghuni Bantaran Sungai Diminta Waspada
OPERASI SUNGAI : Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok bersama Komunitas Ciliwung saat menyusuri sungai ciliwung yang melintas di Kota Depok untuk melihat titik longsor, salah satu wilayah yang ada titik longsor adalah Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Kecamatan Cimanggis. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
penghuni bantaran sungai waspada
OPERASI SUNGAI : Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok bersama Komunitas Ciliwung saat menyusuri sungai ciliwung yang melintas di Kota Depok untuk melihat titik longsor, salah satu wilayah yang ada titik longsor adalah Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Kecamatan Cimanggis. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PASIR GUNUNG SELATAN – Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) menemukan tiga titik rawan longsor. Salah satunya, di wilayah Kelurahan Pasir Gunung Selatan (PGS), Kecamatan Cimanggis.

Lurah Pasir Gunung Selatan, Supriyatun, membenarkan adanya titik rawan longsor di wilayahnya. Lokasinya berada di RW5. “Karena memang lokasinya berada di bantaran Sungai Ciliwung,” ucapnya kepada Radar Depok, Kamis (5/11).

Ia pun mengimbau, agar warga yang berada di lokasi tersebut untuk selalu waspada. Apalagi, saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Beberapa kali juga kami telah menghimbau, masyarakat yang tinggal di bantaran kali agar pindah ke lokasi yang aman, tetapi tidak mau,” terangnya.

Selain di RW5, kata dia, sebagian RW7 juga berada dibantaran kali. Warga disana turut terdampak banjir jika hujan deras.

“Seperti hal nya saat tahun baru, masyarakat yang tinggal di bantaran kali terdampak banjir yang cukup parah,” tutur Atun, sapaannya.

Pihaknya juga sudah membuat surat, untuk seluruh warga melalui RT dan RW, agar selalu mewaspadai terjadinya bencana alam, terutama yang tinggal di bantaran kali Ciliwung.

Dirinya menjabarkan, terdapat beberapa keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung. Diantaranya, 21 KK di RW7, satu rumah di RW5, dan di RW12 ada 10 KK.

“Terkait longsor, kami berharap pemerintah juga dapat membantu membuat turap di bantaran kali untuk meminimalisir terjadinya bencana. Dan kami juga berharap, ada kesadaran maayarakat untul pindah di pemukiman yang lebih aman,” pungkasnya. (tul)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Pebri Mulya