perahu jawa barat tiba di lio
DONGKRAK WISATA :Warga setempat saat menurunkan perahu hibah dari Pemrov Jabar melalui CSR Bank BJB, sekitar pukul 07.00 WIB di Situ Rawa Besar, Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Jumat (27/11). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
yamaha-nmax
perahu jawa barat tiba di lio
DONGKRAK WISATA : Warga setempat saat menurunkan perahu hibah dari Pemrov Jabar melalui CSR Bank BJB, sekitar pukul 07.00 WIB di Situ Rawa Besar, Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Jumat (27/11). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Provinsi Jawa Barat (Jabar) akhirnya menghibahkan perahu wisata, demi mendongkrak Situ Rawa Besar, Kelurahan Depok, Pancoranmas Kota Depok. Perahu yang menampung 20 orang ini,  hasil dari CSR Bank BJB yang diisntruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengunjungi situ.

Ketua RW13 Kelurahan Depok, Adang Suardi menerangkan, perahu tersebut tiba lebih cepat dari yang dibayangkan warga. Belum lama mengajukan proposal ke pihak Bank BJB, kemudian diperintahkan Pemprov Jabar beberapa waktu lalu.

“Alhamdulilah di jawabnya cepat. Baru dua hari masukin proposal, langsung di jawab dan dikirim,” jelasnya kepada Radar Depok, Jumat (27/11).

Dia membeberkan, perahu tersebut dirancang langsung Ridwan Kamil selama 15 hari, lalu diserahkan ke Bank BJB untuk di buat dan diserahkan ke warga Kampung Lio. Perahu tersebut menyediakan 12 kursi dengan lebar 2 meter dan panjang 10 meter, serta mempunyai tenaga mesin 40 HP.

Baca Juga  Selaraskan Program MUI dengan RPJMD

“Kalau biaya perahu pasti ada, mungkin bisa Rp5 sampai Rp10 ribu. Itu nantinya juga buat perawatan perahu dan pengemudinya,” ungkap dia.

Situ Rawa Besar yang mempunyai luas sekitar 13,1 hektar memang tengah digodok untuk mendongkrak pariwisata di tengah kota. Ini guna menghidupkan perekonomian warga sekitar. Pemerintah kota melalui Disdagin telah menyediakan sebanyak 30 booth untuk digunakan warga sekitar berjualan.

“Persiapannya memang baru beberap persen. Ya masih di bilang rencana, tapi arah positifnya semakin terlihat,” kata Adang.

Namun, pengembangan pariwisata di situ masih terkendala dengan banyak jaring ikan yang juga milik warga. Sehingga harus dilakukan penindakan demi keberlangsungan potensi wisata situ.

Baca Juga  Disdagin Fokus 10 Program