Peran NU Dalam Kerukunan Umat Beragama (di Kota Depok)

In Ruang Publik

 

Oleh: A. Khoirul Huda, S.Ag

Pengurus NU Rangkapan Jaya, Kota Depok

 

KOTA Depok yang masuk wilayah Propinsi Jawa Barat mempunyai peran yang sangat penting sebagai penyangga Ibu kota Jakarta. Karena letak geografisnya yang berbatasan dengan selatan Kota Jakarta.

Penduduknya yang berkembang sangat pesat ini sebenarnya berpotensi mudah konflik. Karena sangat heterogen dari latar belakang budaya, agama dan sosialnya. Tapi faktanya Kota Depok selama ini tidak mencatatkan diri sebagai wilayah yang sering konflik horizontal. Seandainya ada kejahatan, itu tidak dipungkiri, tapi berskala kecil atau sangat kecil. Dan tidak melibatkan massa besar seperti di daerah-daerah lain.

Masyarakat Kota Depok bisa hidup rukun dan damai, karena memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan hidup berdampingan, tidak saling menggangu demi mencapai kedamaian hidup bersama. Dan kesamaan pandangan ini tidak muncul begitu saja, tapi pasti ada gerakan-gerakan yang masif untuk membina warga masyarakatnya. Setiap muncul persoalan segera didialogkan, sehingga tidak menjadi masalah yang melebar. Dan juga tindakan pencegahan yang dilakukan bersama-sama oleh beberapa komponen warga Depok melalui saluran-saluran sosial yang ada.

Salah satunya adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Depok yang ber-efek pada kerukunan. Dalam kegiatan internal NU selalu mengadakan pertemuan massal bulanan yang dinamakan Lailatul Ijtima. Dalam momentum ini selalu disosialisasikan keorganisasian ke-NU-an dan keagamaan. Kegiatan ke-NU-an di sini dijelaskan tentang struktur Organisasi yang meliputi Anggaran Dasar dan Rumah Tangga serta Qanun Asasi, sehingga mereka paham ideologi jam’iyah NU dan membentuk kader-kader militan terhadap jam’iyah. Sedangkan kegiatan riyadlah yang dikemas dalam bentuk Ratibul Haddad ataupun Dzikrul Ghafilien. Di samping kegiatan JATMAN / kelompok Jamiyah Thariqah al-Mu’tabarah yang mulai menggeliat di Kota Depok.

Untuk kegiatan eksternal, NU Depok bersama dengan kelompok agama lain telah membentuk BASOLIA ( Badan Sosial Lintas Agama). Yang bertujuan untuk memelihara kerukunan yang ada di Kota Depok, yang diketuai oleh Pak De Nasihun Sahroni. Untuk menjadi wadah kebersamaan yang ada di Kota depok. NU Kota Depok yang didirikan sejak tahun 1988 ini memiliki Ketua-ketua sebagai berikut: Pertama, K.H.Djundan Suwarman (Asal Beji), Kedua, K.H.A.Mahfudz Anwar (asal Pancoran Mas), Ketiga, K.H. Burhanuddin Marzuki (Cipayung), Keempat, R.Salamun Adiningrat (Sawangan), kelima, K.H.Solehan (Limo).

Dan kini sedang giat-giatnya merespon pendidikan ekonomi berbasis keumatan, yang selanjutnya akan melakukan pendampingan UMKM warga nahdliyin yang menjadi benteng perekonomian rakyat dalam menghadapi pelaksanaan Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang segera digulirkan oleh Pemerintah.

1 of 2

You may also read!

tampakp SMAN 6 Depok

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Depok ‘Berbau’ SARA

TAMPAK DEPAN : Inilah SMAN 6 Depok di Kelurahan/Kecamatan Limo Kota Depok, yang diterpa adanya

Read More...

Idris-Imam Massif Sosialisasi ke Masyarakat

Demi mewujudkan Kota Depok Maju, Berbudaya dan Sejahtera, Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad

Read More...
veteran angkatan laut 1

Menilik Perjalan Veteran Angkatan Laut, Kabul Umar : 1966 Ikut Menumpas Gerakan 30 September PKI (1)

GAGAH : Veteran Angkatan Laut, Kabul Umar yang masih gagah walaupun di usia senja. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu