Polri Beberkan Alasan Kerumunan Massa Gibran Tidak Diperiksa

In Utama
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Disinggungnya massa kerumunan anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, saat mendaftar sebagai calon wali kota Solo oleh Pengacara FPI, Polri memberikan penjelasan alasan tidak ada penindakan untuk Gibran, sementara Rizieq Shihab dipermasalahkan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menjelaskan, terkait tidak ditindaknya kerumunan massa pendukung calon wali kota Solo tersebut. Menurutnya, dua kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta dan Solo merupakan kasus yang berbeda.

“Jangan samakan kasusnya. (di Solo) itu urusan Pilkada, di sana ada pengawasnya (Bawaslu),” tegas Awi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Oleh karena itu, Awi meminta agar semuanya bisa membedakan dua kasus kerumunan tersebut. Ia menegaskan, Pilkada secara konstitusional sudah diatur dalam perundangan-undangan. Termasuk turunan-turunannya sampai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) telah disusun sedemikian rupa. Bahkan, maklumat terakhir Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis pun terkait dengan Pilkada.

“Peraturan perundang-undangan sudah mengatur semuanya, penyelenggara pun sudah diatur sedemikian rupa dan ini amanat undang-undang. Jangan disamakan dengan alasan-alasan yang tidak jelas,” tutur Awi.

Kendati demikian, lanjut Awi, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Polri bersama TNI, pemerintah daerah serta stakeholder lainnya melakukan patroli bersama.

“Tadi bilang kalau ada kerumunan tentunya dibubarkan, itu namanya menertibkan, termasuk sekarang kita melakukan operasi Yustisi itu salah satu amanat Inpres 06 tahun 2020 dan terakhir penegakan hukum,” terang Awi.

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mempertanyakan proses hukum terhadap acara yang digelar HRS. Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin pun menilai, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga pantas diperiksa polisi karena membiarkan kerumunan terjadi saat pendaftaran Gibran Rakabuming dalam Pilwalkot Solo pada September lalu.

“Kapolri juga harus copot Kapolda Jawa Tengah dan periksa Gubernur Jawa Tengah karena kampanye anaknya Jokowi (Gibran),” kata Novel. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

kapolres saat tinjau lokasi mayat

Kapolres Depok Ungkap Adanya Kekerasan pada Mayat Terkubur di Sawangan

WAWANCARA : Kapolrestro Depok sedang diwawancarai media di lokasi penemuan mayat. FOTO : INDRA/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, DEPOK

Read More...
kecelakaan di jalan margonda tewas

Jatuh Dari Motor, Perempuan Tewas Terlindas di Jalan Margonda

EVAKUASI : Petugas saat mengamankan lokasi kejadian usai kecelakaan terjadi yang meregang nyawa seorang perempuan

Read More...
gisel diperiksa polri

Kabar Terbaru Kasus Video Syur Mirip Gisel

Gisel usai diperiksa Polda Metro Jaya berkaitan dengan video syur yang mirip dirinya.   RADARDEPOK.COM, JAKARTA -

Read More...

Mobile Sliding Menu