idris dan imam bersama sama
PENGALAMAN : Paslon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono. FOTO : ISTIMEWA
idris dan imam bersama sama
PENGALAMAN : Paslon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam menghadapi masa Kampanye Pilkada Depok 2020, Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono diterima dengah baik dan hangat di masyarakat.  Bahkan, sejumlah program yang ditawarkan pun mendapat apresiasi karena dapat membawa kemaslahatan dan mewujudkan Kota Depok yang Unggul, Maju dan Sejahtera.

Seperti halnya diucapkan, Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono, setelah menjalani segudang agenda di masyarakat, ia mendapati masyarakat masih menginginkan Mohammad Idris melanjutkan periode kepemimpinannya.

“Banyak program yang berjalan dengan baik untuk warga dan lingkungan. Bahkan, sejumlah prestasi terus ditorehkan di era kepemimpinan beliau, jadi sangat wajar jika masyarakat menginginkan Pak Kyai Idris menjadi walikota lagi dan saya yang mendampingi beliau,” kata Imam kepada Radar Depok, Senin (16/11).

Tidak hanya itu, masyarakat pun yang telah menilai program Paslon Nomor Urut 2 positif dan dapat membawa maslahatan. Selain itu, janji kampanye tersebut, tingkat realisasinya bisa dilakukan hingga 100 persen .

“Memang kami membuat program tersebut, sesuai dengan kebutuhan warga dan Kota Depok, dan dikaji dulu dari payung hukum, skala prioritas dan kemampuan anggaran, agar realisasinya bisa 100 persen,” kata Imam.

Alumni Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan, pada Pilkada Depok 2020.  Idris-Imam ingin mewujudkan visi Depok Maju, Berbudaya dan Sejahtera. Selain itu, Paslon Nomor Urut 2 ini menelurkan 10 Janji Kampanye, yakni dana Rp5 miliar per kelurahan, 5.000 pengusaha/startup baru dan 1.000 perempuan pengusaha.

Kemudian, meningkatkan insentif honorer dan guru swasta, alun-alun dan taman hutan kota di wilayah barat, meningkatkan insentif pembimbing rohani, meningkatkan insentif RT, RW, LPM, pusat olahraga dan UMKM, wifi gratis, sekolah/madrasah negeri per kecamatan dan Posyandu/Posbindu di tiap RW.