afifah harapan warga 1
SOSIALISASI : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Afifah Alia didampingi Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Depok, Juanah Sarmili, Ketua RW16 Kelurahan Mekarjaya dan tokoh masyarakat saat sosialisasi di RW16 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (11/11). FOTO : ISTIMEWA
afifah harapan warga 1
SOSIALISASI : Calon Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Afifah Alia didampingi Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Depok, Juanah Sarmili, Ketua RW16 Kelurahan Mekarjaya dan tokoh masyarakat saat sosialisasi di RW16 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (11/11). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia yang mengusung tema perubahan dan pembenahan di Kota Depok, memiliki sejumlah program yang bermanfaat untuk mengayomi semua, salah satunya menyentuh kader lingkungan.

Hal tersebut terlontar saat agenda kampanye dialogis di RW16 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya bersama kader PKK, Posyandu dan Posbindu yang turut dihadiri Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Depok, Juanah Sarmili, Ketua RW16 Kelurahan Mekarjaya dan tokoh masyarakat, pada Rabu (11/11).

Ketua PKK RT09, Evin Trisnawati mengatakan, di wilayahnya membutuhkan renovasi gedung serbaguna RT dan Kantor RT untuk menunjang kerja ketua lingkungan dan untuk pertemuan warga RT09.

“Kondisi saat ini kurang layak untuk ditempati dan digunakan, apalagi kantor RT saat ini sudah tidak berfungsi,” tuturnya.

Tidak hanya itu, dia meminta kepada Afifah Alia, untuk lebih memperhatikan kesejahteraan kader-kader kesehatan.

“Insentifnya bisa dinaikkan dan membantu memberikan sarana prasarana sebagai penunjang kerja para kader,” ucapnya.

Sementara, Ketua RW16 Kelurahan Mekarjaya, Ferryzar mengatakan, wilayahnya ini sudah sangat banyak perubahan, dari program-program yang sudah dikembangkan dan dilaksanakan.

Kedepannya, lanjut Ferryzar, dengan adanya program Pradi-Afifah, yaitu berobat gratis menggunakan KTP, ini sangat membantu sekali untuk warga jika sakit dan tidak punya biaya. Padahal Kota Depok ada program Bansos untuk warga yang tidak mampu untuk berobat, tapi sistem mekanismenya sangat sulit, jadi jika hanya menggunakan KTP saja itu cukup mudah tanpa harus ribet.