Beranda Satelit Depok Rumah Blandongan Butuh Perhatian Pemerintah

Rumah Blandongan Butuh Perhatian Pemerintah

0
Rumah Blandongan Butuh Perhatian Pemerintah
TUA : Warga sekitar sedang berteduh dalam naungan rumah blandongan di RT02/03, Kelurahan Dumek. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
rumah blandongan perlu dirawat
TUA : Warga sekitar sedang berteduh dalam naungan rumah blandongan di RT02/03, Kelurahan Dumek. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DUMEK – Rumah Cagar Budaya Blandongan di RT2/3, Kelurahan Duren Mekar (Dumek), Kecamatan Bojongsari, membutuhkan perhatian dari Pemerintah Kota Depok. Sebab, kondisinya kini mulai rusak termakan usia.

Pengurus Rumah Blandongan, Fadilah mengatakan, rumah peninggalan kake moyangnya ini kini sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunan rumah.

“Atapnya sudah banyak yang bocor dan tiang pondasinya juga sudah lapuk dimakan usia,” tuturnya kepada Radar Depok, Jumat (13/11).

Dia mengungkapkan, sejak dibangun pada 1930 silam, rumah khas Betawi ini baru dua kali mengalami renovasi.

“Dulu direnovasi sama kakek saya tahun 1940-an, lalu sama bapak saya di tahun 1970,” ucap Fadilah.

Dia mengaku, sebelumnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Depok sudah mengajukan rumah tersebut sebagai Cagar Budaya. Hanya saja hingga saat ini hal tersebut belum juga terealisasi.

“Terakhir hanya diferivikasi oleh petugas, tapi selanjutnya gak ada kabar lagi,” terangnya.

Maka dari itu, Fadilah meminta keseriusan pemerintah untuk menepati janjinya untuk menjadikan rumah tersebut sebagai cagar budaya. Sebab, jika tidak segera ditangani dia khawatir rumah tersebut bisa semakin rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.

“Selain rumah, lumbung yang ada di depan rumah juga sudah lapuk bahkan hampir roboh,” bebernya.

Dia berharap, pemerintah segera turun tangan dan membantu renovasi rumah peninggalan nenek moyangnya tersebut.

“Kami berharap bantuan untuk renovasi blandongan ini bisa segera turun,”pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya