pradi afifah jawaban
SIAP : Anggota DPRD Kota Depok, Hamzah (tengah) saat  berada di Markas Media Center Pradi-Afifah, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (26/11). FOTO : ISTIMEWA
pradi afifah jawaban
SIAP : Anggota DPRD Kota Depok, Hamzah (tengah) saat  berada di Markas Media Center Pradi-Afifah, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (26/11). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK JAYA Program RW Membangun milik Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia, merupakan jalan keluar dari sejumlah keluhan yang ada di masyarakat saat ini.

Anggota DPRD Kota Depok, Hamzah menjelaskan, RW membangun adalah satu dari sekian banyak program unggulan Pradi-Afifah. Nantinya, masing-masing RW bakal mendapat anggaran sebesar Rp500 juta/tahun.

“Prosesnya tidak jauh beda dengan Musrenbang (musyawarah rencana pembangunan),” katanya di Markas Media Center Pradi-Afifah, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (26/11).

Yang membedakan, ucap Hamzah, otoritas pengusulan ada di RW. “Selama ini sejatinya banyak RW yang berkeluh kesah ketika mereka usulkan di Musrenbang di kelurahan banyak yang tidak terealisasi.”

Menurutnya, usulan antara 12 RW yang ada di satu kelurahan, dengan 15 RW yang berada di satu kelurahan lainnya selama ini tidak berlandaskan rasa keadilan.

“Padahal dimana kelurahan yang RW-nya lebih banyak tentu lebih banyak menghasilkan Pendapatan Asli Daerah karena PBB-nya lebih banyak, tapi intervensi APBD-nya tidak mengena di kelurahan yang RW-nya banyak,” beber dia.

Maka, kata Hamzah, otoritas nanti ada di RW tapi tidak serta merta bantuan tersebut diserahkan ke pengurus RW. Tetep dalam mekanismenya diserahkan ke hukum yang berjalan. Bentuknya nanti berupa lelang atau penunjukan, yang dilakukan oleh dinas terkait.

“Kalau kita berikan langsug ke RW-kan ada kekhawatiran, kan pertanggungjawaban uang rakyat.”