menteri luhut di UI
VIRTUAL: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan hadir menyampaikan pidato kunci pada ajang e-IGOV Expo 2020, Rabu (25/11). FOTO : UI FOR RADAR DEPOK
menteri luhut di UI
VIRTUAL : Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan hadir menyampaikan pidato kunci pada ajang e-IGOV Expo 2020, Rabu (25/11). FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Kerja Sama, kembali menyelenggarakan The 2nd e-IGOV UI 2020, yang merupakan forum kerja sama antara perguruan tinggi, industri, dan government. Di tengah pandemi Covid-19, The 2nd e-IGOV UI 2020 menyuguhkan seminar online, bertajuk Strategi Kebijakan Pemulihan Krisis Kesehatan dan Krisis Ekonomi Post Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidato kunci pada ajang e-IGOV UI 2020. Pelaksanaan e-IGOV UI 2020 berlangsung pada Rabu (25/11) secara virtual.

Dalam pidatonya bertajuk Strategi Investasi dalam Menghadapi Tantangan Covid-19, Menteri Luhut percaya diri akan terjadinya pemulihan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19 dengan didukung kolaborasi berbagai pihak, salah satunya para akademisi dari perguruan tinggi. Dalam paparannya, Luhut menguraikan tiga strategi utama penanganan Covid-19.

“Strategi pertama adalah perubahan perilaku dan deteksi awal penyebaran Covid-19. Kedua, pembangunan pusat-pusat karantina dan isolasi. Ketiga, manajemen perawatan Covid-19,” terang Luhut.

Selain itu, Menteri Luhut juga menguraikan fokus investasi pemerintah ada pada sektor kesehatan dengan meningkatkan otonomi kesehatan, kemudian Hilirisasi Sumber Daya Alam untuk meningkatkan kompleksitas ekspor Indonesia serta menurunkan ketergantungan ke harga-harga barang mentah, pengembangan Baterai Lithium dengan menggunakan mineral yang kaya akan nikel dan kobalt.

“Lalu infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas maritim, dan menurunkan emisi karbon dengan memanfaatkan energi baru terbarukan, transport berbasis listrik, dan proyek-proyek REDD+,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir juga menyampaikan paparannya bertajuk Peluang Industri Vaksin Indonesia di Pasar Global. “Untuk mewujudkan Indonesia sebagai hub dalam industri vaksin, maka situasi pandemi ini dapat dijadikan momentum yang tepat. Tentunya Bio Farma sangat membutuhkan dukungan dan kolaborasi, baik itu dengan industri farmasi, maupun stakeholders pentahelix, salah satunya perguruan tinggi,” ujar Honesti.