wisma makara UI
Wisma Makara UI.
wisma makara UI
Wisma Makara UI.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Depok diimbau untuk terus waspada, hal tersebut mengingat wilayah Kota Depok, Bogor, serta Bekasi selalu masuk dalam tiga besar penyebaran Covid-19 tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

Pjs Walikota Depok, Dedi Supandi menerangkan sampai saat ini, meski Depok berada di zona oranye namun masyarakat diminta agar tidak terlena dengan status tersebut. Sehingga warga tetap disiplin protokol kesehatan.

“Menurut pak Gubernur yang ada di Gugus Tugas Provinsi, Depok selalu masuk dalam tiga besar kota dengan penyebarannya yang tinggi,” terang Dedi kepada Radar Depok, Rabu (25/11).

Dedi menuturkan, kesulitan mengantisipasi covid-19 karena kelemahan pandemi adalah batasan tentang kerumunan. Hal itu karena Depok termasuk dalam kota padat penduduk. Meski masuk dalam tiga besar penyebaran covid-19 yang tinggi, namun terkait Pilkada, menurut data yang dikantongi Gugus Tugas Provinsi, Depok diapresiasi Provinsi Jabar tidak masuk dalam kategori dengan risiko tinggi.

“Catatan Gubernur, Depok bukan masuk Kota yang riskan. Daerah yang risikonya tinggi saat gelaran pilkada, salah satunya Kabupaten Bogor yang masih riskan penyebarannya,” papar Dedi.

Meski Depok tidak masuk dalan risiko tertinggi dalam pagelaran Pilkada, Gugus Tugas Kota bersama KPU Depok melakukan langkah pasti, agar pencoblosan pilkada tidak menjadi klaster baru. Diterangkan Dedi, nanti petugas yang berada di lapangan akan menjalani tes. Tak hanya itu, pemerintah bersama KPU akan menyediakan masker di setiap TPS.

“Kami sudah meminta ke provinsi dan pihak lainnya utk menyediakan masker dan beberapa APD lainnya,” jelas Dedi.

Sementara itu, Kasi Rekap Rekon Bidang Penanggulangan Bencana Damkar Kota Depok, Nadelia menambahkan, pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) per Rabu (25/11) ada 85 kasur terisi pasien. Kini, sisanya sekitar ada 35 kasur yang belum terisi di Wisma Makara UI.