Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Metropolis Tiga Pejabat ULP Dicomot Kejaksaan

Tiga Pejabat ULP Dicomot Kejaksaan

0
Tiga Pejabat ULP Dicomot Kejaksaan
PENINGKATAN JALAN: Pekerja Proyek Jalan dan Jembatan GDC sedang meningkatkan pengecoran jalan jembatan GDC, tepat di depan Kantor Kejaksaan Kota Depok, Jalan Boulevard GDC. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
perbaikan jembatan GDC lagi dikerjakan
PENINGKATAN JALAN : Pekerja Proyek Jalan dan Jembatan GDC sedang meningkatkan pengecoran jalan jembatan GDC, tepat di depan Kantor Kejaksaan Kota Depok, Jalan Boulevard GDC. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Proses peningkatan Jalan dan Jembatan GDC membuat tiga orang pejabat Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Depok dicomot Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok tahun 2020.

Tiga pejabat ULP yang dimintai keterangan yaitu Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 6 atas nama Dewi Ardiani, Wakil Ketua 1 Pokja 6 Iwan Setiawan Mediana, dan Wakil Ketua 2 Pokja 6 Sabastian Hardi. Selain tiga pejabat ULP, ada seorang pemborong yang juga diperiksa atas nama Fresly Nainggolan.

Kepala Subseksi Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Depok, Adhiwisata Tappangan membenarkan terkait pemanggilan tiga pejabat tersebut untuk memberikan keterangan. Sebab peran ketiganya penting dalam mengetahui proses, serta mekanisme pelelangan proyek peningkatan di jalan tersebut sepanjang lima kilometer dengan lebar enam meter.

“Mereka dipanggil untuk diminta keterangan, dicecar sebelas pertanyaan oleh penyidik. Diperiksa untuk mencari alat bukti, karena berpotensi merugikan keuangan negara,” tambah Adhi.

Dilanjutkannya, pertanyaan yang diberikan sesuai dengan Tugas dan Poksi (Tupoksi) mereka. Untuk pemborong, pertanyaannya seputar tugas, fungsi dan tanggung jawab sebagai pelaksana pekerjaan. Semua pertanyaan sesuai ranahnya masing-masing.

“Semua penyidikan sesuai dengan protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah penyidikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejari Kota Depok, Sri Kuncoro membenarkan pemanggilan keempat orang tersebut yang dilakukan Seksi Pidsus Kejari Depok. Pemanggilan karena pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait tender peningkatan jalan GDC.