Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok, Manto Djorgi
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok, Manto Djorgi.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok, Manto Djorgi
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok, Manto Djorgi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pascapenetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat pada awal November 2020, giliran Kota Depok menentukan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2021.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Manto Djorgi menuturkan, Pemkot Depok telah menyampaikan rekomendasi UMK Depok tahun 2021 kepada Gubernur Jawa Barat melalui Disnaker dan Transmigrasi Provinsi Jawa barat, pada Senin (16/11).

Manto menyebutkan, UMK Depok tahun 2021 naik 3,27 persen dari tahun sebelumnya. Dengan rincian UMK tahun 2020 sebesar Rp4.202.105,87, sedangkan UMK tahun 2021 ditetapkan menjadi Rp4.339.514,73.

“Jadi, UMK Depok naiknya Rp137.408,862 dari tahun sebelumnya,” ungkap manto kepada Radar Depok, Rabu (18/11).

Alasan kenaikan UMK Depok di antaranya karena mengikuti Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) sebesar 1,42 persen. Serta kenaikan inflasi nasional 1,85 persen. Manto berharap, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil segera menetapkan melalui Surat Keputusan (SK) untuk UMK Depok.

“Semoga Gubernur Jabar segera menetapkan SK terkait UMK Depok, dengan besaran sesuai rekomendasi dari Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Depok,” tutur Manto.

Terpisah, Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno mengatakan, besaran UMK Kota Depok sebelumnya sudah didiskusikan dan diputuskan secara bersama. Kemudian direkomendasikan ke Walikota Depok dan langsung direkomendasikan ke Gubernur Jawa Barat.

“Dewan pengupahan rekomendasi ke Walikota Depok, kemudian di tandatangani Walikota Depok. Dan akhirnya baru direkomendasikan ke Gubernur Jabar,” paparnya.