opini dari iie

opini dari iie

 

 

Oleh : Vivi Iswanti Nursyirwan S.Sos.,M.M

Dosen Prodi Akuntansi S1- Universitas Pamulang

Mahasiswi S3-Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta

 

MEMASUKI semester kedua setelah pandemi covid 19 di umumkan pada tahun 2020, berbagai sektor mulai melakukan penyesuaian keadaan, tidak terkecuali pada sektor pendidikan. Pembelajaran jarak jauh menjadi solusi mitigasi risiko penyebaran covid 19. Pembelajaran secara daringpun dilakukan demi tetap dapat mengakomodir kebutuhan pendidikan para peserta didik.

Lenar et al (2014) mengatakan bahwa memasuki abad ke 21, pendidikan jarak jauh menjadi sistem yang paling efektif dan berperspektif dalam sistem pendidikan. Kor et al (2014)  menjelaskan bahwa pendidikan jarak jauh dapat didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang tidak memperhitungkan ruang dan waktu pembelajaran dan bersifat mandiri untuk pengembangan peserta didik dengan menggunakan metode dan teknik maupun media dalam kegiatan pembelajaran.  Akan tetapi, pada pembelajaran jarak jauh masih terdapat beberapa kendala, diantaranya : kurangnya peralatan, personnel, sumber daya, dan keterbatasan teknologi pendidikan, serta keterampilan dan kualitas yang dimiliki pengajar belum mencukupi (Dursun et al, 2013).

Banyaknya kendala dalam pembelajaran jarak jauh bukan berarti menghentikan produktifitas maupun kreatifitas. Kreatifitas dan Inovasi merupakan kata kunci penting dalam memastikan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. Lebih lanjut,  Guildford (1959, dalam Kim, Roh & Cho, 2016) menyatakan bahwa kreativitas sebagai kapasitas individu untuk memunculkan ide berdasarkan cara berpikir divergen daripada cara berpikir konvergen. Pada studi literatur Shanker et al (2017) menyatakan bahwa inovasi merupakan elemen penting bagi kreatifitas dan daya inovasi individu dalam organisasi. Inovasi adalah elemen terpenting untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

Setidaknya dua kata kunci ini melahirkan kekuatan yang luar biasa, Kreatifitas dan inovasi memberikan daya dorong untuk dapat melakukan hal-hal extraordinary. Mahasiswa memiliki potensi hebat dalam dirinya. Potensi hendaknya dibangun, ditumbuhkembangkan, menjadi “value” yang luar biasa. Kreatifitas dan inovasi tidak boleh “mati” pun di tengah pandemi covid 19. Pengembangan kreatifitas dan inovasi diperlukan untuk dapat melahirkan output dan outcome terbaik dari masing-masing individu. Salah satu bentuk kreatifitas dan inovasi ialah dengan memberikan mahasiswa/i stimulus program berbasis daring namun sarat akan kreatifitas dan inovasi.

Kebijakan  Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang di inisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Nadiem Anwar Makariem menekankan bahwa pengembangan kreatifitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan seperti persyaratan kemampuan, permasalahan riil, interaksi sosial, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kerja, target dan pencapaiannya. Melaui kebijakan tersebut secara jelas kreatifitas menjadi point penting dalam melahirkan inovasi mahasiswa. Mahasiswa/i merupakan sivitas akademika yang menjadi agent of change, mahasiswa/i merupakan generasi penerus bangsa Indonesia. Kreatifitas merupakan bagian yang tak boleh dilepaskan dari generasi millenial ini. Kreatifitas akan melahirkan inovasi. Inovasi merupakan kebutuhan untuk menjadi tantangan zaman yang semakin kompetitif ini. Kebijakan merdeka belajar yang diberikan oleh Bapak Menteri Pendidikan Kebudayaan hendaknya menjadikan scholars semakin “agile” dalam belajar, dalam berkreasi, dalam memiliki nalar kritis, dalam menumbuhkembangkan gagasan, dalam memproduksi inovasi dan dalam membangun sebuah peradaban. Karena ditangan-mu lah wahai mahasiswa/i peradaban suatu negara terbentuk. Tetaplah berkreasi, tetaplah berinovasi, apapun kondisinya. (*)