Jumat, Februari 26, 2021
Beranda Satelit Depok Warga Bojongsari Bersihkan Situ Tujuh Muara : Taburi Situ dengan Air Mata Pengantin

Warga Bojongsari Bersihkan Situ Tujuh Muara : Taburi Situ dengan Air Mata Pengantin

0
Warga Bojongsari Bersihkan Situ Tujuh Muara : Taburi Situ dengan Air Mata Pengantin
KOMPAK : Warga RW 12 Bojongsari berfoto setelah melakukan kerja bakti membersihkan Situ Tujuh Muara. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
bebersih situ tujuh muara
KOMPAK : Warga RW 12 Bojongsari berfoto setelah melakukan kerja bakti membersihkan Situ Tujuh Muara. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Kepedulian warga Bojongsari akan kelestarian Situ Tujuh Muara yang ada di wilayah mereka begitu besar. Tak henti-hentinya, warga disana untuk melakukan kegiatan pelestarian alam di sekitar situ. Salah satunya dengan menjaga kebersihan situ.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Minggu (1/11) pagi, sekumpulan warga tampak sedang mencabuti rumput dan ilalang yang hinggap di bantaran Situ Tujuh Muara, di Kelurahan/Kecamatan Bojongsari. Metode yang digunakan warga dalam membersihkan Situ Tujuh Muara beragam, mulai dari mencabut rumput menggunakan tangan kosong, membabat dengan arit, dan ada pula yang mencangkul gumpalan lalang tersebut sampai ke akarnya.

Disela kegiatan, Sekretaris Pokdarwis Situ Tujuh Muara, Yahaya mengatakan, mereka sedang melakukan kerja bakti mingguan bersama warga RW12, Kelurahan Bojongsari.

“Kegiatan ini awalnya inisasi dari warga RW 12, bapak Suwito,” kata Yahya sembari beristirahat, setelah membantu kegiatan bersih-bersih.

Selain membersihkan situ, mereka juga melakukan penanaman bunga Air Mata Pengantin (AMP) di sekitar situ. “Ada 10 bunga yang kami tanam,”tututrnya.

Bunga tersebut juga  dibagikan ke warga yang berminat untuk merawatnya. Sebab, dalam kegiatan itu mereka membawa banyak bibit bunga.

“Kami ingin agar penghijauan ini tidak hanya terbatas di sekitar situ ini saja, tetapi juga bisa dibawa sampai ke rumah warga,” bebernya.

Tumbuhan AMP ini dipilih lataran memiliki manfaat baik secara kesehatan dan perekonomian masyarakat.  “AMP ini menjadi makanan utama lebah madu Trigona (Klanceng), jadi kalau banyak lebah yang hinggap bisa jadi warga menjadi petani madu yang bisa menambah pundi – pundi ekonomi,” pungkasnya. (*)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya