Jumat, Februari 26, 2021
Beranda Utama Warga Pondok Cina Tolak Rumah Singgah

Warga Pondok Cina Tolak Rumah Singgah

0
Warga Pondok Cina Tolak Rumah Singgah
MUSYAWARAH: Kepala Disominfo Depok bersama dengan BBN, Lurah, LPM, RT, dan RW musyawarah terkait rumah singgah di Jalan Haji Yahya Nuih No24 Aula Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji Depok, Senin (02/11). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK
tolak rumah singgah pondok cina
MUSYAWARAH : Kepala Disominfo Depok bersama dengan BBN, Lurah, LPM, RT, dan RW musyawarah terkait rumah singgah di Jalan Haji Yahya Nuih No24 Aula Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji Depok, Senin (02/11). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Launching Rumah Singgah bagi pasien Covid-19 di RT2/3 Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji Kota Depok tak semulus yang dibayangkan. Peresemian yang direncanakan awal November harus terhambat. Keladinya Senin (02/11), sedikitnya 42 warga menolak keberadaan rumah penyebuhan tersebut.

Adanya penolakan dari masyarakat sekitar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok bersama dengan Health Care Bersama Bangun Negeri (BBN). Kembali datang bermusyawarah dengan lurah, LPM, dan juga RT/RW terkait rumah singgah tersebut.

Dalam musyawarah tersebut, Ketua Lembaga Pemberdaya Masyarakat (LPM) Pondok Cina, Munir mengatakan, masyarakat sekitar masih kekurangan edukasi, dan sosialisasi terkait adanya rumah singgah. “Sebelumnya memang sudah sempat ada edukasi dari pihak dinas dan juga relawan. Namun, edukasinya itu terkait Covid-19 saja, tidak membahas tentang sosialisasi rumah singgah,” tuturnya kepada Radar Depok, Senin (02/11).

Dia mengaku, karena hal tersebut adalah itikad baik maka dia mengusulkan kepada dinas dan relawan. Agar melakukan edukasi dan pemahaman kembali terkait rumah singgah tersebut, serta mengedepankan suara dari masyarakat sekitar.

Menanggapi hal ini, Kepala Diskominfo, Sidik Mulyono mengatakan, akan memfasilitasi hal ini sampai akhir. Karena kemarin baru pertama kali memberikan edukasi dan pemahaman. “Kami sepakat dengan LPM akan mengadakannya kembali kepada 42 orang yang menolak,” tuturnya.

Pemkot sendiri berharap rumah singgah ini dapat menjadi percontohan, agar dapat ditiru di tempat lain.

“Yang ingin menjadi contoh bukan hanya rumah singgahnya, namun edukasi serta pemberdayaan masyarakatnya juga,” ujarnya.

Jadi, kesimpulan dari hasil musyawarah tersebut adalah akan kembali diadakan edukasi dan sosialisasi terakait rumah singgah Covid-19. “Untuk kapan waktunya kami menyesuaikan kesiapan dari warga sekitar, karena kami juga kan tidak dapat memaksakan,” tambahnya.