Beranda Politika 15 Tahun Pembangunan di Depok Tak Normal

15 Tahun Pembangunan di Depok Tak Normal

0
15 Tahun Pembangunan di Depok Tak Normal
KOMPAK : Relawan Jas Merah menyatakan dukungannya kepada  Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia. FOTO : ISTIMEWA
pembangunan di depok tak normal
KOMPAK : Relawan Jas Merah menyatakan dukungannya kepada  Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Jas Merah. Begitu pidato Bung Karno pada 17 Agustus 1966.

Nah di Kota Depok, kehadiran Relawan Jas Merah untuk Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia juga berkaca pada sejarah.

Menurut Relawan Ketua Jas Merah, Tono Toere, pembangunan di Kota Depok juga tidak boleh dilupakan. “Relawan Jas Merah mengingatkan kita semua. Artinya selama 15 tahun pembangunan di Depok tidak normal,” kata Tono Toore, di kawasan Cipayung.

Lebih lanjut, dia menuturkan, sosok Pradi Supriatna dan Afifah Alia, yang akan menyempurnakan pembangunan di Kota Depok. Dia mencontohkan dengan program berobat gratis pakai KTP serta RW membangun dengan alokasi dana Rp500 juta setiap tahun.

“Itu program bagus yang selama ini tidak pernah ada di Depok,” bebernya.

Menurutnya, Relawan Jas Merah telah bergerak sejak lima bulan lalu. Pihaknya melakukan sosialisasi ke berbagai sendi masyarakat. Termasuk 33 paguyuban di Kota Depok. “Kami melakukan gerakan senyap. Pembagian masker ke warga sebanyak 13.000 serta kalender,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Kecamatan Beji, Baiwahi Pace mengatakan, pihaknya bergerak per wilayah meluas hingga ke RT dan RW. Medianya apa saja dan entah ketika ada pernikahan, tempat-tempat keramaian maupun perkumpulan sepak bola.

Baiwahi Pace yang membawahi enam kelurahan mengakui, Kecamatan Beji merupakan sarangnya PKS. Tapi, dirinya tak takut menyusup ke perumahan-perumahan yang menjadi basis PKS. Dia menyebut memasang banner dan spanduk sebanyak 400 buah.

“Kami menghindari kemenangan mereka. Kami melakukan berbagai cara dengan serangan darat atau door to door maupun udara memanfaatkan media sosial,” ujar Baiwahi Pace.

Berdasarkan survei menurutnya rerata masyarakat yang ditemuinya memiliki jawaban simpel: “Masa kami belain orang lain. Pradi Supriatna warga Beji. Tentu kita sepakat untuk memenangkannya.”