Beranda Utama 2.157 Pasien Belum Sembuh Korona : Depok Kekurangan Swaber

2.157 Pasien Belum Sembuh Korona : Depok Kekurangan Swaber

0
2.157 Pasien Belum Sembuh Korona : Depok Kekurangan Swaber
ILUSTRASI : Salah seorang warga sedang menjalani swab test, di kawasan Jalan Juanda Raya, beberapa waktu lalu. FOTO : DOK. RADAR DEPOK
tapos jalani swab test
ILUSTRASI : Salah seorang warga sedang menjalani swab test, di kawasan Jalan Juanda Raya, beberapa waktu lalu. FOTO : DOK. RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok kembali pecah rekor jumlah pasien Covid-19 terbanyak yang masih dirawat di Depok, selama pandemi. Tercatat Selasa (1/12), pasien positif melonjak jadi 2.157 jiwa.

Pemerintah Kota Depok mencatat 179 kasus baru Covid-19. Sementara itu, dalam satu hari terakhir, jumlah pasien sembuh 119 orang dan empat pasien Covid-19 meninggal dunia, jadi 272 jiwa.

Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Depok, Dedi Supandi mengaku, saat ini di wilyahanya terjadi peningkatakan kasus positif. Peningkatan itu diakibatkan terlambatnya uji swab kepada warga Depok.

“Naiknya ini karena kasus pertama itu dari perkantoran menjadi kasus keluarga. Dari keluarga terlambat di swab dan yang gak tau dia positif menyebarkan virus ke perkantoran,” kata Dedi kepada Harian Radar Depok, Selasa (1/12).

Untuk mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19. Pihaknya kini tengah mengkebut pelaksanaan uji swab di Depok. Hanya saja, Dedi saat ini Kota Depok kekurangan petugas penguji sampel (Swaber) untuk membantu proses uji swab. “Saya sudah menginstruksikan seluruh puskesmas menjadi Swaber agar memudahkan proses uji swab ini,” bebernya.

Dia menjelaskan, idealnya di Depok setiap puskesmas di tingkat kecamatan memiliki 20 Swaber, dan di tingkat puskesmas kelurahan memiliki dua Swaber. “Saat ini proses perekrtuan sudah dimulai, nantinya akan langsung ditempatkan ke seluruh puskesmas,” terangnya.

Dia menambahkan, saat ini Depok juga sudah berhasil menguji swab 38.100 orang dari total populasi warga Depok sebanyak  2.4 juta jiwa. Hal ini berarti Depok sudah melampaui target yang diberikan WHO.

“Kalau WHO kan memerintahkan uji swab itu minimal satu persen dari populasi penduduk, nah kita udah lebih dari satu persen, berarti sudah terlampaui,” tegasnya.