Beranda Utama 2.378 Pasien Korona Diawasi Polisi

2.378 Pasien Korona Diawasi Polisi

0
2.378 Pasien Korona Diawasi Polisi
RESMI : Kapolres metro Depok Kombes Azis Andriansyah saat memimpin peresmian tim pemburu Korona di halaman Polres Metro Depok, Jalan Margonda Raya, Jumat (4/12). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
pasien korona diawasi polisi
RESMI : Kapolres metro Depok Kombes Azis Andriansyah saat memimpin peresmian tim pemburu Korona di halaman Polres Metro Depok, Jalan Margonda Raya, Jumat (4/12). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tingginya penularan Virus Korona (Covid-19) di Kota Depok membuat Polres Metro (Polrestro) Depok bergerak. Jumat (04/12), Polrestro membentuk pasukan Pemburu Korona untuk menangani pengendalian penyebaran virus mematikan tersebut.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, terdapat 189 kasus baru Covid-19. Sementara jumlah pasien yang diklaim sembuh hanya 131 orang, dan 3 pasien Covid-19 di Depok meninggal dunia. Hal ini membuat tren kasus aktif di Depok masih terus memuncak sejak pekan kedua November. Jumlah pasien Covid-19 di Depok kini melonjak jadi 2.378 orang, terbanyak sepanjang riwayat pandemi.

Artinya, jika dikomulatifkan saat ini pasien terkonfirmasi positif sudah ada 11.173 jiwa, pasien sembuh sudah 8.509 jiwa dan meninggal menyentuh angka 286 jiwa.

Kepada Radar Depok, Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah menerangkan, jadi tim pemburu ini menelusuri masyarakat untuk tetap selalu menjalankan, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan (3M). Begitu pun sebaliknya, bagi tempat layanan dan usaha lainnya, agar senantiasa menyediakan hal yang membantu menjalankan 3 M.

“Kita tau data semua yang terkonformasi positif, berapa persen yang menjalani isolasi mandiri, kita tau alamat dan siapanya. Makanya, kami selalu lakukan pemantauan agar disipilinnya pelaksanaan antisipasi penyebaran virus,” tegas Azis.

Dia menjelaskan, sasarannya adalah masyarakat yang terkonfirmasi, mereka harus dipastikan menjalankan isolasi mandiri dengan baik dan benar. Nantinya, akan dilakukan pengawasan berkoordinasi dengan tim kesehatan yang bertugas.

“Sanksi kita tetap merujuk pada peraturan Kota Depok. Perwal yang berlaku, seperti denda dan lainnya. Jika memang ada unsur lainnya yang melawan hukum akan terkena pidana, seperti karantina,” terangnya.