kadiskominfo diminta jadi ketua
KUNJUNGAN: Diskominfo mendapat kunjungan dari Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia, di lantai 7 Gedung Dibaleka 2, Kamis (17/12). FOTO : ISTIMEWA
kadiskominfo diminta jadi ketua
KUNJUNGAN : Diskominfo mendapat kunjungan dari Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia, di lantai 7 Gedung Dibaleka 2, Kamis (17/12). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) mengunjungi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, di lantai 7 Gedung Baleka 2, Kamis (17/12).

Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono mengatakan, menerima kunjungan dari APPSBI dengan baik. Dimasa pandemi Covid-19, kegiatan olahraga memiliki potensi dan kontribusi dalam penanganan Covid-19.

“Dalam kunjungannya, mereka meminta saya untuk menjadi ketua di Kota Depok. Karena sebelumnya tidak ada. Dan meminta dukungan agar APPSBI dapat dikenal lebih oleh masyarakat,” tutur Sidik kepada Radar Depok, Kamis (17/12).

Menurut Sidik, tawaran tersebut merupakan suatu kehormatan baginya. Sekaligus amanah besar, mengingat APPSBI Kota Depok baru akan dibentuk.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya karena dipercayai dan ditawarkan sebagai ketua. Maka dari itu saya juga butuh upaya yang serius serta dukungan penuh dari anggota,” jelas Sidik.

Namun, Sidik masih ingin mempelajari terkait olaharaga pencak silat. Apalagi, dia akan menjadi ketua. Jadi semua butuh proses atau waktu.

“Kalau jadi ketua, selain harus mempelajari lebih dalam juga harus mencintai,” tambahnya.

Dia berharap, kedepannya nanti semakin banyak masyarakat yang menggandrungi pencak silat, jangan sampai budaya pencak silat hilang.

“Pencak silat harus dilestarikan. Bicara budaya, jangan tergerus modernisasi. Ini juga tantangan bagi mereka,” tambah Sidik.

Selain itu, dia juga menginginkan Pencak Silat nantinya bisa sampai ke luar Pulau Jawa. Karena, biasanya silat hanya dikenal di daerah Jawa Barat.

“Semoga bisa sampai ke NTT, Bali, dan pulau lainnya, yang masih asing akan budaya pencak silat,” harapnya.