dua orang bawa tembako gorila
DIPERIKSA: Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah saat menginterogasi dua pemuda yang terjaring di Jalan Raya Bogor Simpang Tol Juanda, Jumat (19/12). FOTO : POLRES DEPOK FOR RADAR DEPOK
dua orang bawa tembako gorila
DIPERIKSA : Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah saat menginterogasi dua pemuda yang terjaring di Jalan Raya Bogor Simpang Tol Juanda, Jumat (19/12). FOTO : POLRES DEPOK FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dua orang pemuda yang diduga akan melakuan aksi demo 1812 di Istana Negara, Jakarta, kedapatan membawa dua klip ganja sintetis alias tembakau gorila. Keduanya terjaring saat Polres Metro Depok menggelar Operasi Kemanusiaan di Jalan Raya Bogor Simpang Tol Juanda, Jumat (19/12).

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah yang berada di lokasi menerangkan, keduanya dicurigai akan berangkat aksi demo, sehingga petugas melakukan pemeriksaan. Ternyata petugas mendapatkan dua klip tembakau gorila.

“Tentu mereka akan dibawa ke kantor untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut oleh petugas,” ungkap Azis.

Awalnya kedua pemuda tersebut tidak mengakui bahwa akan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti aksi demo 1812, namun setelah diperiksa, keduanya mengaku akan melangsungkan aksi demo di Istana Negara.

“Awalnya pada tidak mengaku, tapi kami curiga karena arah jalannya menuju Jakarta secara berkelompok,” lanjutnya.

Tak hanya itu, petugas juga melakukan pemeriksaan rapid test kepada kelompok pemuda tersebut. Hasilnya, ada dua pemuda yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan pengecekan oleh petugas.

“Kami daftarkan ke gugus tugas agar dilakukan pengecekan serta isolasi mandiri, untuk segera mengantisipasi karena keduanya berbarengan dengan kelompoknya,” terangnya.

Diungkapkan Azis, kegiatan operasi kemanusiaan ini terdapat di dua titik, pertama di Kawasan Margonda Raya menuju jalan Lenteng Agung Jakarta Selatan, dan kedua di kawasan Jalan Raya Bogor jalan menuju Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Ada rencana sekelompok orang akan mengikuti aksi 1812, dan dari informasi yang dihimpun akan bergerak setelah ibadah salat Jumat, sehingga petugas melakukan penyekatan.

Sebab sekarang keadaannya tidak memungkinkan untuk berkerumun, mengingat Depok masuk dalam zona merah, begitu juga Jakarta masih zona merah bahkan menuju zona hitam.

“Jika terjadi kerumunan dengan adanya aksi demo maka penyebaran bisa tidak terkendali, untuk itu kami menggelar operasi kemanusiaan tujuannya untuk mengendalikan penyebaran,” pungkasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya