Komunitas pasien bakar
GIAT : Talkshow Pencegahan dan Penanganan Luka Bakar, yang dilakukan secara virtual. FOTO : ISTIMEWA
Komunitas pasien bakar
GIAT : Talkshow Pencegahan dan Penanganan Luka Bakar, yang dilakukan secara virtual. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Luka bakar merupakan suatu ancaman serius bagi masyarakat di Indonesia karena sudah banyak yang menjadi korbannya. Para penyintas pun membutuhkan tempat untuk dapat kembali beraktivitas seperti semula, menjawab kebutuhan itu kini telah hadir Komunitas Burn Support Group.

Pendiri Burn Support Group, Dr Afriyanti Shandi mengatakan, pihaknya mendirikan komunitas ini untuk mewadahi penyintas luka bakar untuk tetap menjalani aktivitasnya seperti sedia kala. Sebab selama ini bekas luka bakar dinilai menjadi penghambat hidup mereka.

“Inspirasi terbesar saya adalah dari pasien-pasien saya, ide mendirikan komunitas ini muncul ketika saya mengikut Asia Pasific Burn Congress di Singapura Agustus 2019 lalu. Mimpi kami adalah dengan dukungan dari Burn Support Group, mereka tidak lagi merasa sendiri,” katanya kepada Radar Depok, dalam Talkshow Pencegahan dan Penanganan Luka Bakar, beberapa waktu lalu.

Dr Afriyanti menjelaskan, berdasarkan data yang dilansir di Tempo.co, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 195 ribu orang Indonesia meninggal setiap tahunnya akibat luka bakar. Serta 21,5 persen luka bakar disebabkan oleh air dan minyak panas.

“Sementara, 69 persen luka bakar terjadi di rumah. Berdasarkan data tersebut, diperlukan adanya wadah untuk menjadi pusat informasi terkait dengan luka bakar,” jelasnya.

Sebagai salah satu perusahaan nasional di bidang Consumer Health, Combiphar berkomitmen untuk terus mendukung para penyintas luka bakar melalui produk-produk yang dimiliki. Hal tersebut diungkapkan Brand Manager dari Combiphar, Hermawan Helmi.

Dirinya memaparkan, Combiphar melalui spirit Championing a Healthy Tommorow, akan terus fokus berpartisipasi dalam kegiatan yang bersifat edukasi masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran menerapkan pola hidup preventif. Sejalan dengan tema, sambungnya, Combiphar memiliki produk mulai dari penanganan luka hingga paska luka sembuh (bekas luka).