Beranda Politika Debat Pilkada Depok 2020 : Panas Saling Julid

Debat Pilkada Depok 2020 : Panas Saling Julid

0
Debat Pilkada Depok 2020 : Panas Saling Julid
DEBAT : Para Paslon Walikota dan Wakil Walikota Depok saling serang dalam debat pamungkas di TV One, Jumat (4/12) malam. FOTO : ISTIMEWA
debat ketiga pilkada
DEBAT : Para Paslon Walikota dan Wakil Walikota Depok saling serang dalam debat pamungkas di TV One, Jumat (4/12) malam. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Nah, pasti semalam warga Kota Depok menonton Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Depok berdebat. Ada perbedaan debat kali ini. Para paslon begitu mencurahkan isi hatinya. Ada yang menyerang, ada juga membantah. Menariknya, di debat pamungkas tersebut dihadiri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, Arief Budiman.

Debat akhir bertajuk Kerukunan Sosial, Demografi dan Lingkungan Hidup di Era Kebiasaan Baru dibagi menjadi enam segmen. Mulai dari segmen satu hingga enam terus saling serang. Malah, ada yang julid juga.

Segmen pertama, paslon 1 berkesempatan menyampaikan visi misinya. Yaitu, pembangunan harus dilaksanakan dengan baik. Kota Depok, disebut Afifah butuh pemimpin dengan perbuatan.

“Kami akan berkomitmen membenahi Kota Depok, kota yang modern dan berbudaya,” ujar Afifah.

Selanjutnya, Paslon 2, Idris mengawali pembicaraannya dengan menginformasikan bahwa dia dalam keadaan sehat. Dan hasil swab terakhirnya sudah negatif. Namun, demi kedamaian dan kenyamanan, Idris memilih debat secara virtual.

Sambung Idris, dia berkata akan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berbudaya, religuius, dan ramah keluarga. Semua itu disebutnya, tergantung pada pendidikan warganya.

Lanjut di segmen ke dua, paslon nomor urut 2 memilih pertanyaan yang berkaitan dengan toleransi dan kebinekaan. Menurutnya, tidak benar apa yang dibilang oleh panelis. Yang mengatakan, Depok tidak toleransi. Toleran di Kota Depok, menurut Paslon nomor 2 dalam kondisi yang baik.

“Misi kami nomor tiga mewujudkan manusia religus, budaya, dan ketahanan keluarga,” tambah Idris.

Selanjutnya, apabila Paslon nomor 2 terpilih, kegiatan keagamaan akan ditingkatkan. Dalam bentuk fasilitas, atau pun dana hibah. Serta bekerjasama dengan lembaga keagamaan.