Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Utama Depok Harus Paksa PSBB Ketat

Depok Harus Paksa PSBB Ketat

0
Depok Harus Paksa PSBB Ketat

ilustrasi PSBB kota depok

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penularan Virus Korona (Covid-19) di Kota Depok sudah mengkhawatirkan. Perharinya ada saja yang terpapar dan meninggal, meskipun banyak juga yang sembuh. Selasa (29/12) misalnya, virus yang menyerang penafasan ini mampu menulari 196 orang dan pasien meninggal bertambah lima menjadi 408 orang.

Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko  Wahyono menegaskan, kenaikan angka positif Covid-19 di Kota Depok ini, dikarenakan ketidak seriusan pemerintah dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pemerintah itu gak serius penangnanya, PSBB banyak kelonggaran dan tidak merata. Ada yang ketat ada yang longgar,” katanya kepada Radar Depok, Selasa (29/12).

Dia mengatakan, jika ingin Covid-19 menurun, harus dilakukan pengetatan PSBB kembali. Sebab, dengan diketatkannya PSBB, makin sedikit ruang orang yang terkena Covid-19 untuk menularkan.

“Di Depok ini 30 persen penularan melalui klaster keluarga. Sisanya belum jelas, tapi yang cukup menonjol itu penularan melalui angkutan umum, terutama kereta. Karena banyak interaksi warga di sana, sehingga meningkatkan resiko penularan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menjelaskan, peningkatan kasus Covid-19 di Depok dikarenakan tingginya pergerakan warga. Dan pergerakan ekonomi yang terus meningkat.

“Itu karena satu bulan belakangan mobilitas masyarakat dan perekonomian di Depok terus meningkat. Kenaikan juga bukan hanya di Depok, hampir di seluruh Indonesia mengalami peningkatan kasus positif Covid-19,” kata Dadang, Selasa (29/12).

Dadang  mengungkapkan, kenaikan yang terjadi saat ini bukan pertanda jika Covi-19 di Depok sudah masuk pada tahap kedua. Tapi, menurutnya ini hanya peningkatan biasa di tahap pertama.

“Jangankan gelombang ke dua, untuk puncak gelombang pertama saja belum,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Satgas sudah melakukan sosalisasi di tingkat komunitas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam melaksanakan protokol kesehatan. Selain itu, pihaknya juga akan memaksimalkan wisma Makara UI dan Pusat Studi Jepang UI untuk menangani pasien isolasi mandiri.

“Kami juga sudah memerintahkan seluruh rumah sakit di Depok untuk menambah kamar perawatan bagi pasien Covid-19,” bebernya.