kaleidoskop kota depok

kaleidoskop kota depok

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – 2020  merupakan  tahun  keempat  pelaksanaan  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok Tahun 2016-2021. Sehingga penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Dan program strategis nasional, yang ditetapkan program kebijakan prioritas Rencana Pembangunan Tahunan Provinsi Jawa Barat.

Ada sejumlah kebijakan strategis Walikota Depok Mohammad Idris yang dibuat pada 2020. Seperti, Depok Kota Sehat atau Smart Healthy City. Saat ini Kota Depok masih mempunyai permasalahan yaitu  masih rendahnya cakupan warga yang terlindungi asuransi kesehatan. Saat ini diperkirakan hanya setengah warga Kota Depok yang tergabung dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJKN). Cakupan ini perlu diperluas untuk memastikan seluruh warga Kota Depok memiliki akses mendapat layanan kesehatan yang terjangkau dan andal.

Pelaksanaan SJKN ditekankan pada peningkatan perilaku dan kemandirian masyarakat, profesionalisme sumber daya manusia kesehatan, serta upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Sebagian besar masalah kesehatan berhubungan dengan perilaku dan pemahaman. Pendidikan memegang kunci untuk menyadarkan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Untuk itulah Kota Depok membuat program terkait kesehatan menjadi program strategis.  Program ini diberi nama Depok Kota Sehat atau Smart Healthy City.

Kemudian, Depok Kota Bersih atau  Zero Waste City. Komposisi sampah di Kota Depok sebagian besar berupa sisa makanan (40 persen), kayu, ranting dan daun (15 persen) serta sisanya berupa kertas, plastik, logam, kain dan tekstil, karet dan kulit, kaca dan lainnya. Sejak tahun 2006, Pemerintah Kota Depok melakukan beberapa program seperti sosialisasi komposting rumah tangga dengan Takakura system dan pendirian UPS (unit pengolahan sampah).

UPS pada awal pendiriannya ditujukan untuk menampung sampah untuk kemudian dipilah di UPS. Ada lebih dari 40 lokasi yang telah disiapkan untuk menjadi UPS. Dalam perkembangannya, UPS ditujukan khusus menjadi tempat mengolah sampah organik. Saat ini, ada 32 UPS yang sudah berjalan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.