Kepala Diskomi, nfo Kota Depok, Sidik Mulyono
Kepala Diskomi, nfo Kota Depok, Sidik Mulyono.
Kepala Diskomi, nfo Kota Depok, Sidik Mulyono
Kepala Diskomi, nfo Kota Depok, Sidik Mulyono.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Siswa se-Kota Depok yang mengakses sambungan wifi gratis buat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, masih ada waktu enam bulan lagi. Persediaan ini dibatasi menyusul anggaran yang disiapkan pemkot hanya cukup sampai Juni 2021.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono mengatakan, wifi tersebut hanya bisa digunakan sampai dengan tahun depan. “Wifi ini hanya bisa digunakan sampai dengan Juni 2021,” tuturnya kepada Radar Depok, Jumat (11/12).

Wifi tersebut merupakan program Pemkot Depok yang memang baru diadakan semenjak Pandemi Covid-19. Tentunya, guna menunjang PJJ, Pemkot Depok membuat titik wifi di tiap RW-nya. Bahkan nantinya, walau Pandemi Covid-19 belum berakhir di Juni. Wifi tersebut juga tetap harus dicabut atau di nonaktifkan. “Karena memang anggaran untuk wifi juga hanya sampai wktu tersebut,” ujarnya.

Sidik menyebutkan, target pemasangan titik wifi di Kota Depok untuk PJJ sekitar 1.600 titik. Namun, sampai dengan saat ini belum semua titik terpasng wifi.

“Sudah 75 persen wifi terpasang dan bisa digunakan. Atau sekitar 1.100 titik,” tambahnya.

Titik wifi yang belum terpasang rata-rata memiliki kendala, seperti belum adanya kabel fiber optik di daerah tersebut. Atau juga ada penolakan dari warga setempat. “Masalahnya, pemasangan wifi tersebut kemarin ditolak, karena di kira salah satu program politik. Padahal kan bukan, ini murni untuk membantu jalannya PJJ,” tegasnya.

Jadi, kalau ada warga yang menolak, pihaknya juga tidak bisa memaksa. Sehingga, wifinya bisa dialihkan ke tempat lain yang membutuhkan wifi. Kemudian, Diskominfo Kota Depok sendiri sudah hampir mengerjakan programnya sampai dengan 80 persen menjelang akhir tahun.

“Fisik sudah hampir 80 persen. InsyaAllah sampai akhir tahun perkiraan saya di atas 90 persen,” sambungnya.

Yang belum dikerjakan hanya tinggal penanggungjawaban yang wifi. Karena, program tersebut melalui Anggaran Belanja Tahunan (ABT) yang diajukan tiga bulan. Kemudian pengesahan APBD perubahannya di awal November, jadi ada selisih satu bulan.

“Semoga wifi yang sudah terpasang dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh anak-anak yang mengikuti Pjj. Dan bukan dijadikan tempat berkerumun yang bisa menyebabkan klaster Covid-19 baru,” tutupnya. (rd/dis)

 

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Pebri Mulya