vaksin korona baru
ILUSTRASI
vaksin korona baru
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, LONDON – Vakin virus Korona (Covid-19) yang sudah dirilis beberapa negara, kini sudah diborong negara-negara kaya. Sedangkan sembilan dari 1w0 orang di negara miskin tidak akan mendapatkan vaksin pada tahun depan.

Negara kaya yang memiliki 14 persen dari populasi dunia justru memborong 53 persen dari total vaksin pada bulan lalu. Hal itu diungkapkan People’s Vaccine Alliance yang didalamnya ada koalisi dari Oxfam, Amnesty International dan Global Justice Now. Mereka pun menuntut keadilan sosial bagi seluruh masyarakat dunia baik kaya dan miskin.

Mereka mengatakan, perusahaan farmasi yang bekerja mengembangkan vaksin seharusnya membuka data hak kekayaan intelektual dan teknologi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Seharusnya tidak boleh ada pertarungan antar negara untuk mengamankan dosis vaksin yang cukup,” jelas Mohga Kamal-Yanni, penasihat People’s Vaccine Alliance(PVA), kepada Reuters.

“Selama masa pandemi global yang tidak pasti saat, kehidupan rakyat dan kehidupan seharusnya diutamakan dibandingkan keuntungan perusahaan farmasi,” kata Kamal-Yanni.

PVA mengungkapkan, di saat kelompok rentan sudah mendapatkan vaksin pada Selasa (08/12) di Inggris, Sebagian besar orang manula di Bhutan, Ethiopia, dan Haiti cenderung tertinggal. Tiga vaksin yang telah mengumumkan efisiensi dan efektivitasnya yakni Moderna dan Pfizer telah diborong oleh negara kaya.

Sedangkan AstraZeneca dan Universitas Oxford justru berjanji akan menyediakan 64% dosis vaksin mereka untuk negara berkembang. Itu akan menjangkau 18% populasi dunia pada tahun depan. Vaksin tersebut dikenal lebih murah dan lebih mudah disimpan sehingga memudahkan dalamproses distribusi.

PVA menggunakan data informasi sains dan perusahaan analisis Airfinity untuk menganalisis kesepakatan antara negara dan delapan kandidat vaksin, termasuk Sinovac dari China dan Sputnik V dari Rusia.