Beranda Metropolis Dua WNA Dicomot Imigrasi Depok

Dua WNA Dicomot Imigrasi Depok

0
Dua WNA Dicomot Imigrasi Depok
TERUNGKAP: Dua orang Warga Negara Asing ditangkap Imigrasi Kota Depok bersama Polres Metro Depok, karena melakukan tindak pidana dengan menipu masyarakat berdalih meminta sumbangan anak yatim. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
WNA dicomot imigrasi depok
TERUNGKAP : Dua orang Warga Negara Asing ditangkap Imigrasi Kota Depok bersama Polres Metro Depok, karena melakukan tindak pidana dengan menipu masyarakat berdalih meminta sumbangan anak yatim. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Suriah dan Pakistan diamankan Imigrasi Kota Depok bekerjasama dengan Polres Metro Depok, setelah diketahui melakukan tindak penipuan berkedok meminta sumbangan untuk kemanusiaan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Depok, Rukhyat M Tolib menjelaskan pada 27 November lalu, pihaknya bersama Polres Metro Depok mendapat laporan adanya aktifitas orang asing yang meminta-minta di lingkungan Masjid Adz Dzikri Pesona Khayangan.

“Kami segera menindaklanjuti laporan tersebut. Benar kami temukan, keduanya berasal dari Suriah dan Pakistan,”, terang Tolib saat melangsungkan Konfrensi Pers, Kamis (03/12).

Setelah dilakukan pengumpulan data terhadap keduanya dari beberapa saksi yang ada, dua pria tersebut meminta-minta dengan dalih sumbangan untuk anak yatim di Palestina.

Namun, setelah ditelusuri hasil sumbangan tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi keduanya. Tercatat mereka bukan berdomisili di Depok, berdasarkan identitas pelaku berdomisili di kawasan Pondok Gede, Bekasi.

“Ini bukan pertama kali mereka melakukan penipuan. Tapi pernah beraksi juga di Bekasi dan sekarang di Depok,” terangnya.

Dari identitas yang dimiliki WNA tersebut, pria asal Palestina berinisial MFGM, lalu yang dari Suriah berinisial MBM. Mereka saat ini merupakan pemegang kartu UNHCR. Keduanya beraksi setidaknya satu hingga dua kali dalam seminggu, setiap harinya mereka bisa mengumpulkan sekitar Rp500 ribu.

“Kami mengimbau masyarakat senantiasa waspada atas segala bentuk aktivitas orang asing yang mencurigakan,” harap Tolib.

Ia melanjutkan, kegiatan orang asing yang meminta-minta bukan hanya kali ini saja. Sebelumnya, pada Desember 2019, Imigrasi melakukan penangkapan terhadap dua WNA dari Pakistan. Kini hal itu kembali terulang. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya