pengelola koperasi digojlok
GIAT: Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan saat di kegiatan pelatihan dan uji kompetensi bagi para pengelola toko koperasi, di Gedung Balatkot Kota Depok, Selasa (22/12). FOTO : ISTIMEWA
pengelola koperasi digojlok
GIAT : Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan saat di kegiatan pelatihan dan uji kompetensi bagi para pengelola toko koperasi, di Gedung Balatkot Kota Depok, Selasa (22/12). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengelola toko koperasi yang ada di Kota Depok bakal semakin pandai saja. Nyatanya Selasa (22/12),  Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, melatih dan uji kompetensi toko koperasi.

Kepala DKUM Kota Depok, Mohammad Fitriawan mengatakan, pelatihan dan uji kompetensi bagi para pengelola toko koperasi, di Kota Depok digelar selama empat hari, di Gedung Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop) Depok.

“Pelatihan dan uji kompetensi dilaksanakan sejak Minggu (20/12) sampai Rabu (23/12),” tuturnya kepada Radar Depok.

Dia menjelaskan, tujuan dari pelatihan dan uji kompetensi pengelola toko koperasi untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pengelola toko. Agar memiliki kompetensi menambah wawasan.

“Serta menambah pengetahuan para pengelola toko, agar memiliki kompetensi sebagai pramuniaga dalam memberikan pelayanan kepada konsumen,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan dari pengelola toko koperasi harus terus ditingkatkan. Toko koperasi dapat bersaing dengan toko-toko lainnya. Pengelola toko juga dituntut agar dapat mengelola secara profesional, amanah, jujur, dan ramah.

“Sehingga nantinya konsumen terus merasakan layanan yang prima dari pihak koperasi,” tambahnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan dan uji kompetensi berjumlah 25 orang. Dan pesertanya merupakan pengelola toko koperasi. Mereka mendapatkan modul pelatihan secara umum meliputi kewajiban dan kemampuan sebagai pramuniaga. Serta strategi dalam menjual produk dan layanan pada langganan.

Fitriawan berharap, pelatihan ini nantinya akan bermafaat selain untuk pengelola, juga bagi pelanggan toko koperasi.

“Paling penting bagaimana menjadikan konsumen menjadi pelanggan loyal produk-produk koperasi,” tutupnya. (rd/dis)

 

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Pebri Mulya