Beranda Pendidikan Farmasi Kedokteran FKUI Kenalkan Alat Miboo

Farmasi Kedokteran FKUI Kenalkan Alat Miboo

0
Farmasi Kedokteran FKUI Kenalkan Alat Miboo
SOSIALISASI : Kegiatan sosialisasi alat pengingat minum obat (MIBOO) ke ibu2 kader posbindu kampung Lio Depok dari tim pengabdian Departeken Ilmu Farmasi Kedokteran FKUI. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
Ui adalan pelatihan indra
SOSIALISASI : Kegiatan sosialisasi alat pengingat minum obat (MIBOO) ke ibu2 kader posbindu kampung Lio Depok dari tim pengabdian Departeken Ilmu Farmasi Kedokteran FKUI. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

RADAR DEPOK.COM, DEPOK – Departemen Ilmu Farmasi Kedokteran FKUI dengan dukungan Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) dan bekerjasama dengan Departemen Ilmu Penyakit Dalam dan Departemen Fisika Kedokteran FKUI melakukan kegiatan Zoom Webinar Pengabdian Masyarakat bertajuk Peran Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes dan Hipertensi serta Introduksi Miboo. 

Penanggung Jawab Kegiatan Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Farmasi Kedokteran FK UI,  Wilzar Fachri mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga di Kampung Lio dan masyarakat umum khususnya lansia tentang bahaya penyakit terkait sindroma metabolik. 

“Pentingnya gaya hidup sehat serta kepatuhan dan ketepatan dalam meminum obat sebagai faktor penting penanggulangan penyakit tersebut melalui penyuluhan, konseling, dan pengenalan alat pengingat jadwal minum obat,” kata Wilzar. 

Dia mengungkapkan, kegiatan tersebut mengundang tiga orang narasumber yaitu dr. Dicky L. Tahapary, yang merupakan staf/dokter Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI divisi endokrinologi, D

Siti Farida, staf dari Departemen Ilmu Farmasi Kedokteran FKUI serta Muhammad Hanif Nadhif, yang merupakan staf Departemen Fisika FKUI sekaligus pembuat alat pengingat minum obat-Miboo dan dengan dimoderatori oleh Wilzar Fachri. 

Dia menjelaskan, kegiatan diawali dengan paparan  dr. Dicky tentang bahaya dari penyakit sindroma metabolik serta komplikasi yang mungkin timbul, kemudian dilanjutkan oleh dr. Farida tentang jenis-jenis obat sindroma metabolik serta pentngnya kepatuhan dalam meminum obat untuk mencegah terjadinya komplikasi. 

“Setelah sesi presentasi yang dibawakan dengan sangat menarik oleh kedua narasumber, kemudian acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan peserta dan banyak sekali pertanyaan yang masuk terkait dengan penggunaan obat-obatan sindroma metabolik baik yang ditujukan untuk dr. Dicky maupun dr. Farida.

Setelah sesi pertama. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu introduski alat pengingat minum obat-MIBOO yang disampaikan oleh Bapak Nadhif,” tuturnya.