Beranda Politika Gelora Sebut 20 Persen Kader PKS Dukung Pradi-Afifah

Gelora Sebut 20 Persen Kader PKS Dukung Pradi-Afifah

0
Gelora Sebut 20 Persen Kader PKS Dukung Pradi-Afifah
DUKUNG PRADI-AFIFAH : DPD Partai Gelora Indonesia Kota Depok, saat menyambangi Markas Media Center Pradi-Afifah, di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (2/12). FOTO : INDRA/RADAR DEPOK
PKS dukung pradi afifah
DUKUNG PRADI-AFIFAH : DPD Partai Gelora Indonesia Kota Depok, saat menyambangi Markas Media Center Pradi-Afifah, di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (2/12). FOTO : INDRA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Jika ini memang benar terjadi, tentu sebuah keuntungan besar buat Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok Nomor Urut 1, Pradi Supriatna – Afifah Alia. DPD Partai Gelora Indonesia Kota Depok menyebut bila, hampir 20 persen kader PKS di Kota Depok, menyatakan sikap untuk mendukung Pradi-Afifah.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Gelora Indonesia Kota Depok, Subhan Rafei, saat menyambangi Markas Media Center Pradi-Afifah, di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (2/12).

Menurut Subhan, dari hasil survei yang dilakukan partainya, tercatat 20 persen kader PKS Depok memutuskan memilih Pradi-Afifah. Ini disebabkan, pola kepemimpinan di Kota Depok yang dinilai tidak kreatif dan inovatif.

Kemudian, lanjut dia, Walikota Depok tidak komunikatif, sehingga pembangunan di Kota Depok stagnan

“Dari hasil survei yang kami lakukan ada 20 persen kader PKS Depok yang memutuskan memiih Pradi-Afifah. Alasannya pola kepemimpinan yang sudah dilakukan,” kata Subhan.

Dia memprediksi, banyak kader PKS Depok yang vakum pilihan, juga dengan alasan pola kepemimpinan yang sudah dilakukan. Rezim yang berkuasa di Depok selama 15 tahun, hanya menjadian jabatan walikota sebagai pembuktian kekuatan dan hegemoni politik.

“Kami melihat walikota saat ini miskin inovasi, tidak piawai membangun harmonisasi kerja dan kurang inisiatif dalam merangkul kekuatan potensial yang dimiliki warganya. Seperti berjalan tanpa arah dan minim terobosan,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya