Beranda Metropolis Imigrasi Depok Tambah Kuota Pemohon Paspor

Imigrasi Depok Tambah Kuota Pemohon Paspor

0
Imigrasi Depok Tambah Kuota Pemohon Paspor
MELAYANI PEMOHON : Petugas Imigrasi saat melayani pemohon pembuatan paspor, di ruang pelayanan kantor Imigrasi Kota Depok, di Kawasan Boulevard Grand Depok City, Selasa (1/12). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
imigrasi tambah kuota paspor
MELAYANI PEMOHON : Petugas Imigrasi saat melayani pemohon pembuatan paspor, di ruang pelayanan kantor Imigrasi Kota Depok, di Kawasan Boulevard Grand Depok City, Selasa (1/12). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang penghujung tahun 2020 masyarakat Kota Depok cukup banyak yang mengajukan pembuatan paspor untuk keperluan wisata dan pendidikan. Hal itu membuat Kantor Imigrasi Kota Depok menambah kuota pemohon, menjadi seratus orang setiap harinya.

Kepala Sub (Kasub) Informasi Imigrasi Kota Depok, Yuris Setiawan menerangkan, tentunya terjadi perkembangan penambahan pemohon dari masyarakat, mengingat pergantian tahun sudah semakin di depan mata serta penyebaran di Kota Depok terus berangsur membaik dengan berada di zona oranye.

“Kami menambah kuota 50 orang. Sebelumnya hanya 50 orang. Kami juga kembali buka pelayanan di Detos, sebelumnya ditutup,” terang Yuris kepada Radar Depok, Selasa (1/11).

Ia membeberkan, saat ini penambahan kuota pemohon paspor untuk di kantor Imigrasi sebanyak 75 orang dan untuk kuota di Detos 25 orang, sehingga total yang disediakan perhari sebanyak 100 orang. Kuota tersebut dinaikan secara bertahap, itu melihat perkembangan permintaan dari masyarakat yang semakin meningkat.

“Untuk Detos sudah dua minggu yang lalu kami buka. Alhamdulillah 100 kuota kami sediakan semuanya terakomodir,” bebernya kepada Radar Depok.

Kuota yang telah disediakan Imigrasi, setiap harinya tidak selalu terpenuhi setiap harinya alias fluktuatif. Namun selama sepekan membuka layanan paspor, hari yang selalu dipenuhi pemohon adalah Kamis dan Jumat.

Menurut Yuris, kedua hari tersebut adalah hari penghujung dalam satu pekan, yang mana pemohonnya memiliki waktu lebih leluasa untuk membuat maupun memperpanjang paspor, sehingga tidak mengganggu pekerjaan atau aktifitas lainnya.

“Paspor tersebut memang sudah dipersiapkan dari sekarang, jadi kalau negara lainnya sudah mengizinkan WNI bepergian, pemohon tinggal berangkat. Karena sampai saat ini masih ada negara yang menutup akses bagi warga Indonesia,” paparnya kepada Radar Depok.

Diterangkan Yuris, pemohon yang membuat paspor tidak melulu soal wisata maupun bisnis, tapi soal kebutuhan pendidikan. Hal tersebut terlihat dari usia para pemohon dan hasil wawancata petugas dengan para pemohon.