pilkada budaya lokal
BUDAYA: Para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 38 tengah berfoto usai bertugas, Rabu (9/12). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK
pilkada budaya lokal
BUDAYA : Para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 38 tengah berfoto usai bertugas, Rabu (9/12). FOTO : DAFFA/RADAR DEPOK

 

Partisipasi pemilih di setiap pemilihan kepala daerah terbilang minim. Hal ini memacu para petugas kpps merancang ide-idenya guna menarik masyarakat untuk datang ke TPS.

Laporan : Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM – Tempat Pemungutan Suara (TPS) unik dikemas sedemikian rupa disetiap tahunnya dalam gelaran pemilihan kepala pemerintahan. Seperti contoh tps 38, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong ini.

Bergaya adat Sunda nampaknya menjadi daya tarik tersendiri untuk para pemilih melakukan swafoto. Disamping dekorasi yang fotogenic, para petugas disana tak kalah menarik, mereka terlihat mengenakan kebaya dan batik khas jawa barat.

Mereka mulai bertugas sejak jam 7 pagi. Cucuran keringat akibat panasnya bahan baju, tak mereka hiraukan. Disamping meningkatkan animo masyarakat. Rupanya ini juga menjadi ajang melestarikan budaya lokal, khususnya budaya negeri seruling bambu tersebut.

“Ini kita lakukan agar terlihat unik, berdaya tarik, dan menjadi icon tersendiri,” jelas Ketua KPPS TPS 38, Andre.

Dirinya berharap, semoga budaya lokal tak tergeserkan dengan modernisasi, terlebih di masa industri 4.0. “Semoga budaya lokal tidak punah dan dilupakan,” pungkasnya (*)

 

Editor : Pebri Mulya