astrea depok
TOURING : Anggota Komunitas Astrea Depok saat melaksanakan touring di kawasan Sudirman, Jakarta. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
astrea depok
TOURING : Anggota Komunitas Astrea Depok saat melaksanakan touring di kawasan Sudirman, Jakarta. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Astrea dikenal sebagai motor klasik tua yang dikendarai PNS – PNS pada zaman dulu. Tapi, tren tersebut kini telah berubah. Honda Astrea tak lagi hanya digunakan kaum tua. Motor pabrikan Jepang tersebut, kini sudah menjadi tren di kalangan beberapa anak muda di Kota Depok.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Belasan unit motor astrea tua terparkir di tepi Jalan Raya  Margonda. Penampakan motor tua itu tampak nyentrik jika dibandingkan motor-motor pabrikan baru yang juga terparkir di sebelahnya.

Tampak seorang pria berambut ikal gondrong dengan mengenakan jaket biru sedang memarkirkan salah satu motor astrea di sana. Dia adalah Muhamad Yusuf Buhori, Ketua Komunitas Astrea Kota Depok.

Pria yang akrab disapa Ucup ini mengatakan, mereka baru saja selesai melakukan touring dari Jakarta. Menurutnya, touring yang dilakukan ini baru kali pertama diadakan sebab komunitas mereka masih terbilang sangat baru.

“Kami tadi touring ke Sudirman dan Kota Tua,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, komunitas ini tidak sengaja terbentuk karena berawal dari keisengan dirinya untuk membuat pamflet ajakan touring kepada pemilik motor astrea di Depok.

“Awalnya saya touring Cuma berempat sama temen saya. Gataunya di Depok ada juga pecinta Astrea selain kami. Ada yang dari Bojongsari, Sawangan, Sukmajaya dan lain-lain, sehingga kami sekarang sudah berjumlah 17 anggota,” beber pemilik motor Astrea Prima tahun 1991.

Sejak touring pertama itu, mereka bertekat untuk mendirikan komunitas motor Astrea Kota Depok, yang memiliki semboyan apapun bensin yang digunakan, motornya tetap Astrea.

“Semoga komunitas ini makin solid dan makin banyak anggotanya,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya