FKUI rangkul lapisan
TIPS KESEHATAN : Tim Kedokteran UI saat melangsungkan kegiatan webinar Pengabdian dan Pemberdayaan masyarakat (PPM) bersama seluruh unsur profesi di seluruh Indonesia. FOTO : FKUI FOR RADAR DEPOK
FKUI rangkul lapisan
TIPS KESEHATAN : Tim Kedokteran UI saat melangsungkan kegiatan webinar Pengabdian dan Pemberdayaan masyarakat (PPM) bersama seluruh unsur profesi di seluruh Indonesia. FOTO : FKUI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim pengabdian dan pemberdayaan masyarakat (PPM) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) merangkul berbagai unsur profesin untuk berbincang bersama dalam berbagi tips kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Dilakukan secara virtual.

Ketua PPM FKUI, Desak Gede Budi Krisnamurti mengatakan tipsnyang dibalut melalui webinar berkolaborasi denfan Klaster Center of e-Learning IMERI, dengan mengambil tema Tetap Sehat di Masa Pandemi Covid-19 bersama Pembicara dari Berbagai Bidang Kesehatan : SIAP, CEGAH, HADAPI, SIAGA.

“Ada tiga narasumber dari pakar dan praktisi¬† bidang kedokteran herbal, kedokteran gigi, dan kedokteran forensik, yang akan membawa materi,” terangnya.

Dilanjutkan Desak, Kegiatan webinar ini juga sebagai penutup akhir tahun, guna meningkatkan kembali kesadaran masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan protokol kesehatan selama menghadapi liburan panjang akhir tahun dan euforia kedatangan vaksin Covid-19.

Untuk materi dari bidang kedokteran herbal disampaikan dr. Erni Hernawati Purwaningsih dari Departemen Ilmu Kedokteran Farmasi FKUI dengan topik Herbal untuk Pencegahan Covid-19.

“Ada juga, dari dr. Made Ayu Mira Wiryaningsih membawakan materi Amankah Pergi ke Dokter Gigi di Saat Pandemi,” katanya.

Desak menambahkan tips aman ke dokter gigi, bahwa selama pandemi ini dokter gigi merupakan tempat yang paling beresiko dengan penularan sehingga pasien sebisa mungkin menunda kunjungan, jika memang mendesak dan perlu ke dokter gigi maka harus memperhatikan klasifikasi tindakan yang memang bersifat emergensi.

“Bisa mengkonsumsi obat anti nyeri, kumur air garam, dan jaga pola makan,” tuturnya.

Acara ini sukses diikuti 207 peserta dari berbagai kalangan profesi mulai dari staf pengajar, dokter, tenaga kesehatan, PNS, karyawan, mahasiswa, dan bahkan Ibu rumah tangga. Peserta berasal dari Jabodatebek dan luar Jabodetabek bahkan luar pulai Jawa.