Beranda Satelit Depok Kisah Mulyadi Bertani Sayur Mayur : Manfaatkan Lahan Sempit di Belakang Rumah

Kisah Mulyadi Bertani Sayur Mayur : Manfaatkan Lahan Sempit di Belakang Rumah

0
Kisah Mulyadi Bertani Sayur Mayur : Manfaatkan Lahan Sempit di Belakang Rumah
PAMERKAN TANAMAN : Mulyadi sedang menunjukkan sayur mayur yang dia tanam di belakang rumahnya. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
kisah mulyadi 1
PAMERKAN TANAMAN : Mulyadi sedang menunjukkan sayur mayur yang dia tanam di belakang rumahnya. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Kota Depok sebagai kota dengan kepadatan penduduk dan hunian yang cukup tinggi, menyebabkan berkurangnya lahan untuk bercocok tanam. Maka dari itu, masyarkat dituntut untuk sekreatif mungkin untuk memanfaatkan sisa-sisa lahan di lingkungannya untuk bercocok tanam.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Siang itu terik mentari begitu terik, membakar kulit Mulyadi yang kian renta dimakan usia. Dengan tubuh mungilnya dan kulit yang mulai mengeriput mulyadi dengan telaten menyirami satu persatu  daun sledri dan pohon kangkung yang ditanam dalam media pot yang disusun rapih di belakang rumahnya.

Mulyadi, warga RT01/03, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, mengatakan kegiatan bercocok tanam di belakang rumahnya ini sudah dia geluti sejak dua tahun yang lalu.

“Sudah dua tahun nanem sayur di pot ini,” kata Mulyadi, Rabu (09/12).

Dia mengungkapkan, metodi menanam sayuran dalam pot ini sangat menguntungkan bagi orang yang tinggal di perkotaan, terutama dengan lahan yang serba terbatas. Sebab, selain mudah dibuat, kegiatan  tersebut juga bisa menghemat pengeluaran khususnya untuk keperluan membeli sayur mayur.

“Rumah saya kan sempit. Tak ada lahan sisa lagi, nah kalau pakai pot gini kan bisa ditaruh dimana saja kaya di belakang tembok rumah gini. Tinggal tambah tatakannya aja dari papan gini,”bebernya.

Dia menjelaskan, dari kegiatannya itu dia pernah mendapatkan omset sebesar Rp 200 ribu dari hasil menjual  sayur – sayuran yang ditanam di belakang rumahnya.

“Sebenarnya banyak yang mau beli sayur saya ini karena mereka beranggapan ini kan bebas pestisida. Tapi kadang sebelum dijual udah habis duluan dimakanin sama saya dan keluarga,”katanya berkelakar. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya