ketua bawaslu depok
Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini.
ketua bawaslu depok
Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pelaksanaan Pilkada Kota Depok tahun 2020 telah berlangsung kemarin (9/12). Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Jayadin menyatakan, secara umum kondisi di hari pencoblosan berjalan lancar.

Sedangkan terkait partisipasi pemilih ia mengatakan, KPU optimis meningkat jika dibandingkan dengan Pilkada 2015.

“Walau sedang dalam keadaan pandemi, kami sampaikan apresiasi banyak atas partisipasi masyarakat,” tutur Jayadin kepada Radar Depok, Rabu (09/12).

Di sisi lain ia mengaku, belum menerima data angka Golongan Putih (Golput) di Pilkada tahun ini. Saat ditanya terkait agenda penetapan penghitungan suara, menurutnya hingga saat ini pihaknya masih melihat perkembangan pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan.

“Sehingga belum bisa kami tentukan waktunya secara pasti. Tapi kami akan tetap mengikuti waktu sesuai PKPU Tahapan,” terang Jayadin.

Rencananya pada Kamis (10/12) KPU akan memantau pleno di kecamatan.

Terpisah, selama pencoblosan berlangsung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok menerima laporan dari masyarakat terkait politik uang yang terjadi di salah satu kecamatan.

Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini mengatakan bahwa laporan tersebut masih dalam pendalaman petugas Bawaslu dan berbagai jajaran. Namun, dipastikan laporan tersebut sudah dilaporkan ke pihak berwajib bagian Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

“Sedang diproses dan sudah dilaporkan ke Polres bidang Gakkumdu. Nanti lihat lanjutannya,” ungkap Luli kepada Radar Depok, Rabu (09/12).

Selain itu lanjut Luli, ada beberapa hal teknis yang ditemukan sepanjang pencoblosan. Bawaslu mencatat, masih ada salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mencatat menggunakan pensil. Hal ini sangat riskan terjadi kecurangan, sehingga petugas segera mengganti dengan pulpen atau spidol.