TPS unik topi korona
ILUSTRASI : Suasana pemilihan di TPS 21 RW4 Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis Kota Depok yang unik demi menarik minat pemilih kalau Pilkada Depok aman, Rabu (09/12). dok RADAR DEPOK
yamaha-nmax
TPS unik topi korona
UNIK : Suasana pemilihan di TPS 21 RW4 Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis Kota Depok yang unik demi menarik minat pemilih kalau Pilkada Depok aman, Rabu (09/12). FOTO : FAHMI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kubu calon wali kota-wakil wali kota Depok nomor urut 1 Pradi Supriatna-Afifah Alia sedang menghimpun laporan-laporan indikasi adanya kecurangan selama rangkaian kegiatan Pilkada Depok 2020.

“Jadi sementara ini banyak laporan yang sedang kami kumpulkan, karena di setiap kelurahan ada saja laporannya, baik dari masa kampanye walaupun pada saat pemungutan suara,” ujar sekretaris tim pemenangan Pradi-Afifah, Ikravany Hilman, Jumat (11/12).

Menurut pria yang akrab disapa Ikra, dari sekian indikasi pelanggaran yang sedang mereka himpun, beberapa di antaranya mungkin berpotensi untuk jadi materi gugatan, bahkan bisa berimplikasi pada diskualifikasi.

“Tidak semua laporan bisa digunakan. Ada yang punya potensi sebagai pelanggaran pidana pemilu, ada yang administratif, kita pilah-pilah. Ini yang sedang dikelola oleh tim hukum kami,” tambahnya.

Baca Juga  Pradi Ramaikan KLB Asprov PSSI Jawa Barat

Namun, ia enggan sesumbar karena semua indikasi kecurangan yang diklaim terjadi sejak masa kampanye, masa tenang, hingga hari pencoblosan, harus dikaji betul dan melewati proses validasi data.

“Misalnya, ada laporan pembagian uang atau kita kenal sebagai serangan fajar. Nah itu ada laporan-laporan, ada orang yang diwawancara, ada barang bukti yang kita temukan. Cuma ini kan tetap harus kita kembangkan lagi sejauh mana,” jelas Ikra.

“Sebelum tanggal 15 Desember sih mudah-mudahan sudah rampung. Kemudian, kami akan rapat dengan tim hukum, tim pemenangan juga nanti pasti kasih pertimbangan. Kalau hanya (indikasi kecurangan di) satu kelurahan ya ngapain, capek-capekin,” tambah kader PDI-P itu.

Baca Juga  Warga Masih Takut Rapid Test

Sebagai informasi, kubu nomor urut 1, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono sudah dua kali mendeklarasikan kemenangan versi penghitungan internal sejak hari pemungutan suara Rabu (09/12).

Dalam klaim kemenangan itu, Idris-Imam mengaku unggul dengan margin 10-12 persen

Sejauh sistem rekapitulasi yang dimuat di situs resmi KPU hingga sore ini, Idris-Imam juga masih unggul sementara 56 persen berbanding 44 persen suara Pradi-Afifah. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya