Beranda Metropolis Lebih Dekat dengan Komunitas Crafter Depok : Manfaatkan Media Sosial hingga Jadi Binaan Disperindag (1)

Lebih Dekat dengan Komunitas Crafter Depok : Manfaatkan Media Sosial hingga Jadi Binaan Disperindag (1)

0
Lebih Dekat dengan Komunitas Crafter Depok : Manfaatkan Media Sosial hingga Jadi Binaan Disperindag (1)
SELALU KOMPAK: Pengrajin rajut di Kota Depok membentuk Komunitas Crafter Depok di Mal Depok Town Square, beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA
crafter depok 1
SELALU KOMPAK : Para Crafter di Kota Depok membentuk Komunitas Crafter Depok di Mal Depok Town Square, beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA

 

Penggunaan media sosial bisa berdampak positif maupun negatif, tergantung dari tangan penggunanya. Contoh positif yang bisa diambil adalah komunitas yang memfasilitasi para pelaku usaha kerajinan tangan.

Laporan: Daffa Andarifka Syaifullah

RADARDEPOK.COM – Siapa sangka, berawal dari pesan di media sosial, tercetus komunitas berisikan orang-orang kreatif yang menyulap beragam bahan baku menjadi produk-produk menarik hingga menghasilkan pundi rupiah. Kumpulan orang kreatif ini menamakan diri Komunitas Crafter Depok.

Pertemuan pertama diadakan pada 5 Oktober 2013 di Mal Depok Town Square. Dalam pertemuan tersebut, atas kesepakatan bersama, lahirlah nama Komunitas Crafter Depok.

Para crafter ini kemudian merumuskan konsep dan merancang visi misi komunitas, serta membuat grup tertutup di Facebook.

Terpacu untuk membuat komunitas yang teroganisasi dengan rapi, para pendiri sekaligus anggota pertama komunitas ini membuat pertemuan lanjutan sekaligus meresmikan hari lahirnya Crafter Depok, yaitu pada 20 Oktober 2013.

Salah satu tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mewadahi dan memajukan anggotanya di bidang kriya. Untuk itu, diwakili dua orang, mereka bertandang ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok untuk mendaftarkan diri menjadi komunitas binaan instansi tersebut.

Perjuangan tak berhenti di situ. Sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi binaan Disperindag, mereka harus mengumpulkan data Profil Komunitas (Company Profile).
Dengan modal pantang menyerah mereka segera menggelar rapat meski dengan kondisi seadanya.Dari pertemuan tersebut, tersusunlah profil dari 33 orang anggota aktif dan berdomisili di Depok.

“Setelah terkumpul data dan disusun menjadi Company Profile, kami mendapat undangan dari Disperindag untuk mempresentasikan karya-karya anggota kami, yaitu pada sekitar Desember 2014,” ungkap Ketua Crafter Depok saat ini, Lilis Sayyida.