Beranda olahraga Mengenal Atlet Taekwondo Kota Depok : Pilih Jadi TNI Daripada Mahasiswa (3-Habis)

Mengenal Atlet Taekwondo Kota Depok : Pilih Jadi TNI Daripada Mahasiswa (3-Habis)

0
Mengenal Atlet Taekwondo Kota Depok : Pilih Jadi TNI Daripada Mahasiswa (3-Habis)
MENANG: Atlet taekwondo, Adam Yazid Ferdyansyah saat memenangkan pertandingan beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA
atlet tawkwondo depok 3
MENANG : Atlet taekwondo, Adam Yazid Ferdyansyah saat memenangkan pertandingan beberapa waktu lalu. FOTO : ISTIMEWA

 

Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) meninggalkan banyak kenangan yang bahagia bagi seorang Adam Yazid Ferdyansyah. Betapa tidak, waktu tiga tahun duduk di bangku SMA dia memiliki banyak meraih kejuaraan.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

RADARDEPOK.COM – Masih menggenggam layar ponselnya, Adam Yazid Ferdyansyah terdengar semakin asik bercerita mengenai pengalamannya. Tahun 2017, merupakan tahun terakhir Adam menjadi anak sekolah. Walau di tahun terakhirnya Adam kalah dalam tiga pertandingan. Namun, jiwanya tak pernah menyerah untuk terus mengiikuti pertandingan berikutnya.

Tak hanya sukses dalam dunia seni bela diri. Adam bahkan, dapat menyelesaikan Ujian Nasional di tahun yang sama dengan nilai yang bagus. Saat itu, Adam bertekad melanjutkan kuliah di salah satu Universita Negeri. Dengan alasan, apabila Adam masuk dan lulus kuliah, dia akan langsung bisa jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurutnya, menjadi PNS adalah sebuah pekerjaan yang sudah pasti terjamin pada saat itu. Embel-embel tersebut, yang ditawarkan kepadanya ketika Adam pernah masuk ke dalam tim nasional.

Guna menunjang impiannya, Adam mulai mendaftarkan diri di Universitas Negeri.

“Saat itu Alhamdulillah diterima di Universitas Negeri Jakarta (UNJ),” ujar Adam.

Adam diterima di UNJ jurusan kepelatihan olahraga. Namun, sampai Adam diterima di universitas nyatanya belum ada kejelasan mengenai PNS yang dulunya dijanjikan. Tanpa berpikir panjang, Adam mengambil langkah berbalik.

Saat itu, Adam mendaftar sebagai TNI. Walau kedua orangtuanya tidak tahu akan keputusannya untuk daftar menjadi seorang tentara. Namun, nasib baik selalu menyertainya. Buktinya, Adam lolos TNI.

Setelah mendengar kabar baik tersebut, Adam bicara dengan kedua orangtuanya. Menjelaskan bahwa Adam memilih meninggalkan pendidikannya di UNJ dan akan fokus pendidikan TNI.

Orang tua dari anak tunggal tersebut merasa tak punya hak apabila menolak keputusan Adam. Karena itu semua demi masa depan Adam, kedua orang tuanya setuju dengan pilihan yang telah ditentukan.