Beranda Metropolis Mengulik Kreativitas Widyani Edelwis : Banting Stir dari Guru Jadi Pengusaha Lukisan (1)

Mengulik Kreativitas Widyani Edelwis : Banting Stir dari Guru Jadi Pengusaha Lukisan (1)

0
Mengulik Kreativitas Widyani Edelwis : Banting Stir dari Guru Jadi Pengusaha Lukisan (1)
HEBAT : Widyani Edelwis, saat mengikuti pameran di Galeri Nasional. FOTO : ISTIMEWA
kreativitas widyani 1
HEBAT : Widyani Edelwis, saat mengikuti pameran di Galeri Nasional. FOTO : ISTIMEWA

 

Widyani Edelwis merupakan perempuan kelahiran Jakarta, 16 Juli 1978. Awalnya dia berprofesi sebagai guru seni budaya di salah satu sekolah swasta di Kota Depok.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Setelah sembilan tahun mengabdi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Widyani Edelwis juga mencoba peruntungan lain, dengan membuka usaha online di marketplace ang berbau seni.

Dia menuangkan kemampuannya, dengan membuka jasa lukisan talenan, dan karikaktur, yang cocok dijadikan pajangan atau kado untuk orang-orang terkasih.

Dengan ke pandaian Widya menuangkan imajinasinya, melalui lukisan nyatanya dapat memanjakan mata setiap yang melihat. Dan banyak yang takjub dengan hasil dari tangan yang mengalir darah seni yang begitu kental.

Tetapi, nyatanya pandemi dapat mengubah segalanya, termasuk Widya yang juga terkena imbasnya. Mulai dari sepi orderan hingga beberapa workshop seni dan pameran terpaksa harus dibatalkan.

Setelah mengalami masa sulit selama pandemi beberapa bulan, rasanya begitu tertatih-tatih dalam menjalani usaha. Tak lama, ada teman Widya yang memesan masker lukis, kemudian dia iseng dan di upload lah di sosial media.

Hasilnya sangat diluar dugaan, ternyata banyak sekali yang tertarik dengan masker lukis buatannya tersebut. Mungkin ini, jalan yang sang pencipta berikan setelah dirinya juga terdampak sepinya orderan.

Memang tak ada usaha yang menghianati hasil, kemauan untuk terus mencoba membuat Widya bisa kembali bangkit dari keterpurukan. “Alhamdulillah dari bulan Agustus hingga Desember saat ini, sudah ada sekitar 250 pesanan masker lukis,” ucap perempuan 42 tahun.