suasana TPS di depok
Suasana TPS di Pilkada Depok 2020. FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK
suasana TPS di depok
Suasana TPS di Pilkada Depok 2020. FOTO : AGUNG/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Masyarakat Kota Depok ternyata sangat ingin kota yang dihuninya maju, aman dan tentram. Fakta itu dibuktikan dengan tingginya partisipasi pada Pesta Demokrasi yang dihelat Rabu, 9 Desember 2020 lalu.

Berdasarkan tabulasi Real Count Radar Depok merujuk Pleno PPK KPU Depok, Senin (14/12). Masyarakat yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) mencapai 777.379 atau 63,23%, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.229.362.

Jika mengacu di Pilkada 2015 lalu, jelas terlihat tingkat pasrtisipasi ada kenaikan. Di 2015 jumlah masyarakat yang niat ke TPS, sebanyak 694.889 atau 56,86% dari total DPT 1.222.157. Merunut dari dua penyelenggaraan Pilkada tersebut sangat jelas ada selisih partisipasi sejumlah 82.490 atau 6,38%.

Kesuksesan Pilkada 2020 juga tidak berhenti sampai di tingkat partisipasi. Golongan putih (Golput), di saat Pandemi Covid-19 ternyata tak melunturkan niat masyarakat Depok memilih. Nyatanya, pemilih abu-abu turun berada di angka 451.983 atau 36,77% dari DPT 1.229.362.

Angka tersebut turun setelah dilihat pada Pilkada 2015 yang Golput sebesar 527.268 atau 43,14% dari DPT 1.222.157. Jadi, kendati DPT di 2015 dan 2020 selisih 7.205, keinginan Kota Depok adanya kemajuan di lima tahun kedepan sangat jauh. Ada 75.285 pemilih baru yang niat datang mencoblos saat 9 Desember 2020.

Sawangan menjadi kecamatan yang paling rajin berdasarkan tabulasi Real Count Radar Depok. Dari data tersebut menyebut DPT 99.708 yang datang ke TPS ada 72.545 atau 72,76%. Sementara Cinere jadi kecamatan yang paling rendah mencoblos. Dari 53.184 DPT hanya 29.575 atau 55,61% masyarakat yang datang berbodong-bondong datang ke TPS.

Secera keseluruh bisa dikatakan Pilkada Depok 2020 berjalan sukses  kendati target KPU Depok sebesar 77,5% belum tercapai. (rd/hmi)    

 

Jurnalis : Fahmi Akbar

Editor : Pebri Mulya