Senin, Maret 8, 2021
Beranda Pendidikan Pendampingan Diversifikasi UPN Veteran dalam Produk Pangan Olahan Ikan Lele Pada Ibu PKK di Desa Curug

Pendampingan Diversifikasi UPN Veteran dalam Produk Pangan Olahan Ikan Lele Pada Ibu PKK di Desa Curug

0
Pendampingan Diversifikasi UPN Veteran dalam Produk Pangan Olahan Ikan Lele Pada Ibu PKK di Desa Curug
SOSIALISASIKAN : TIM PKM UPN Veteran Jakarata sedang menyosialisaiskan produk olahan pangan lele di Desa Curug, Gunung Sindur Kabupaten Bogor. FOTO : UPNV FOR RADAR DEPOK
UPN veteran pendampingn curug
SOSIALISASIKAN : TIM PKM UPN Veteran Jakarata sedang menyosialisaiskan produk olahan pangan lele di Desa Curug, Gunung Sindur Kabupaten Bogor. FOTO : UPNV FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Lebih dari tujuh bulan, pandemi Covid-19 melanda dan mempengaruhi sendi-sendi  kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.  Indikatornya, dapat terlihat secara jelas dalam sirkulasi perekonomian di masyarakat, baik itu secara mikro ataupun makro. Lemahnya daya beli masyarakat dan tingginya biaya produksi dibandingkan penghasilan, membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan produk pangan mentah ataupun olahan yang berkualitas.

Lele (Clarias gariepinus) merupakan komoditas ikan yang hidup di air tawar dan banyak dikonsumsi masyarakat. Ikan ini mudah dikenali  karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki kumis yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Saat ini, budidaya ikan Lele merupakan salah satu peluang bisnis yang dapat dijalankan oleh banyak orang, mengingat permintaan terhadap ikan ini akan terus meningkat. Daging ikan Lele ini memiliki rasa yang gurih dan cocok pada lidah masyarakat Indonesia, selain itu kandungan gizinya juga tinggi dan harganya terjangkau (Gunawan, 2010).

Sebagai komoditas unggulan dalam program minapolitan yang digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ikan Lele ini memiliki manfaat gizi yang tidak kalah dibandingkan hewan darat atau perairan tawar lainnya. Daging ikan Lele pada umumnya mengandung kolesterol yang lebih rendah dan baik untuk kecerdasan otak, khususnya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. 

Sebagian masyarakat pada umumnya mempunyai tingkat konsumsi yang rendah terhadap ikan Lele jika dikonsumsi langsung tanpa diolah, karena itu dengan diolah menjadi berbagai macam olahan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap ikan Lele. Dengan pengolahan itulah maka hal ini dapat dijadikan peluang bisnis bagi masyarakat.

Gunung Sindur adalah kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu yang termasuk wilayah pengembangan Kawasan Minapolitan Budidaya Ikan Lele yang tersebar di desa Pengasinan, Cibinong, Gunung Sindur, Curug, Cidokom, Pabuaran dengan total produksi ikan konsumsi 5.820,44 ton per tahun. Kecamatan Gunung Sindur menjadi tempat yang menyuplai ikan lele untuk wilayah Jabodetabek, dan sangat potensial untuk pengembangan perikanan, serta letak geografis yang sangat strategis dengan didukung sumber daya lahan yang memadai. Desa Curug adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dan merupakan salah satu desa dari 10 (sepuluh) desa di Kecamatan Gunung Sindur, dan memiliki 9 Rukun Warga (RW) dan 60 Rukun Tetangga (RT). Desa Curug memiliki luas wilayah 5,67 km2 dengan tinggi wilayah 109,5 meter diatas permukaan laut (DPL). Pada tahun 2018 penduduk Desa Curug berjumlah 23.279 jiwa dengan rincian 11.325 jiwa laki-laki dan 11.954 jiwa perempuan.

Program diseminasi produk teknologi tepat guna filtrasi air kolam (water treatment), dan diversifikasi produk pangan olahan ikan lele dilaksanakan sebagai upaya membantu mitra dalam pengembangan sistem filtrasi air kolam pada kelompok pembudidaya ikan lele Curug Mutiara, dan Tenaga Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Curug, sehingga diperoleh kualitas air yang baik guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya ikan lele.

Pada pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Perwakilan dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Kepala Desa Curug, Narasumber dari Perguruan Tinggi, Tim Pelaksana, dan masyarakat sebagai mitra kegiatan, yaitu Kelompok Pembudidaya Ikan Curug Mutiara, dan Tenaga Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Desa Curug.

Sosialisasi merupakan tahap awal kegiatan produk teknologi yang didiseminasikan ke masyarakat yang bertujuan memberikan informasi rencana dan jadwal kegiatan secara menyeluruh, penetapan peserta kegiatan. Sosialisasi dilakukan melalui metode penyampaian materi dan diskusi, Persiapan bahan dan peralatan dilakukan oleh tim pelaksana dengan dibantu beberapa  rekan dosen/tendik dan mahasiswa untuk mempersiapan pemberian materi dan pelatihan kepada masyarakat. Persiapan meliputi penyiapan bahan atau material dan peralatan yang akan digunakan pada saat kegiatan di masyarakat sasaran. 

Kegiatan pembuatan dan pemasangan sistem filtrasi air kolam dilaksanakan mulai dari  penyiapan bahan atau material yang diperlukan, seperti chamber dari drum/tong, pipa paralon, kapas filter, jaring nelayan, sikat stainless lilit, dan bioball. Kapas filter dan jarring nelayan dipasang pada chamber pertama dan kedua, sedangkan bioball untuk chamber ketiga Selanjutnya dilakukan pembuatan sistem filtrasi sampai dengan proses pemasangan dan uji coba alat, yang dilakukan pada mitra kegiatan.  dilanjutkan dengn Pelatihan diversifikasi produk pangan olahan berbasis ikan lele dilaksanakan di kantor desa Curug, Gunung Sindur Kabupaten Bogor.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan menghadirkan narasumber dari Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan UPN Veteran Jakarta dan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bogor.  Materi diversifikasi yang diberikan pada pelatihan ini, yaitu (1) Pembuatan Kecap Ikan Lele, (2) Nugget Ikan Lele, (3) Otak-otak Ikan Lele, dan (4) Kerupuk Ikan Lele.

Tim Pelaksana PKM UPN Veteran Jakarta, M Ikhsan Amar mengatakan, dengab adanya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), program produk teknologi yang didiseminasikan kepada masyarakat, kegiatan ini sangat membantu khususnya masyarakat Desa Curug Gunung Sindur Kabupaten Bogor dalam menghadapi permasalahan, maanfaat dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola dan menejerial budidaya lele. Serta memanfaatkan produk-produk dari olahan yang berbahan dasar ikan lele. Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam hal ini untuk mencegah terjadinya stunting dan masalah gizi lainnya. Dengan adanya kegiatan pendampingan pemasangan filtrasi air kolam (Water Treatment) dan diverifikasi produk pangan olahan lele.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan dapat dijadikan sebagai strategi jangka panjang oleh mitra untuk membangun kelompok-kelompol budaya lele. Kemudian dapat mengembangkan inovasi yang terintegrasi dengan para dosen yang melakukan penelitian dan pengambidan kepada masyarakat,” tandasnya. (rd/dis)

 

Program diseminasi produk teknologi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut:

  1. Sosialisasi program kegiatan kepada masyarakat sasaran.
  2. Koordinasi dengan mitra kegiatan dan pemerintah desa.
  3. Persiapan bahan dan peralatan.
  4. Pelaksanaan diseminasi teknologi filtrasi air kolam untuk budidaya ikan lele.
  5. Pelatihan dan pemasangan filtrasi air kolam.
  6. Pelatihan diversifikasi produk pangan olahan berbasis ikan lele.
  7. Evaluasi dan keberlanjutan program

 

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Pebri Mulya