gapura tolak politik uang
AKSI SIMPATIK : Relawan Perempuan Gappura saat melakukan aksi simpatik di sekitar Jembatan Serong, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Senin (07/12). FOTO : ISTIMEWA

 

Sementara, Pemerhati Politik Kota Depok Yusuf Trilis Hendra, dia mengatakan biasanya menjelang pelaksanaan pencoblosan ada saja pihak pihak yang bermanuver untuk memperoleh suara.

Salah satunya dengan melakukan politik uang yang membagikannya pada waktu pagi hari atau istilah serangan fajar.

“Sudah menjadi tradisi jika ada kegiatan pencoblosan pesta demokrasi maka muncul istilah serangan fajar,”katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan Pasal 74 ayat 4 UU 10 tahun 2016, calon atau pasangan calon, anggota partai politik, tim kampanye, dan relawan, atau pihak lain juga dilarang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada warga Negara Indonesia, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Menurut dia, undang-undang Pilkada nomor 10 tahun 2016 secara jelas telah mengatur perihal praktik politik uang.

“Bukan hanya mereka yang memberikan imbalan, namun siapapun yang menerima imbalan, akan ada sanksi hukumnya,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya