ilustasi golput pilkada
ILUSTRASI
ilustasi golput pilkada
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Serentak 2020 diprediksi jauh dari target KPU, yaitu 77,5 persen. Berdasarkan hasil real count sementara Radar Depok, angka golongan putih (Golput) atau tidak menggunakan hak suaranya mencapai 44 persen, setara 689.292 pemilih dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT)  1.229.362 pemilih.

Data tersebut dapat berubah, karena ada perolehan suara di beberapa yang belum terupdate hingga pukul 23.35 WIB.

Hal itu sesuai dengan prediksi dari Pengamat politik Universitas Indonesia, Widyaningsih saat menjadi narasumber dalam agenda Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dengan Media (Ngetren Media, di Kota Depok, yang diselenggarakan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Senin (07/12).

“Jadi waktu itu bulan Maret 2020, ada kasus pertama Covid-19 di Indonesia, yang ditemukan di Kota Depok,” pengamat politik yang akrab disapa Nunung ini.

Adanya temuan tersebut, sambung Nunung, membuat tahapan Pilkada Serentak 2020 terpaksa dihentikan sementara. Dan, seluruhnya terfokus pada penanganan penanggulangan Covid-19.

Setelah ada rapat gabungan antara Komisi III DPR RI dengan Menteri Dalam Negeri, KPU RI, Bawaslu dan DKPP, akhirnya setelah tertunda selama tiga bulan, tahapan Pilkada serentak 2020 dilanjutkan 15 Juni 2020.

Namun, keputusan melanjutkan tahapan Pilkada Serentak 2020 tidak serta merta mendapat dukungan dari seluruh elemen. Sehingga, diprediksi angka Golput pada pesta demokrasi kali ini bisa tinggi dengan sejumlah alasan.

“Angka Golput diprediksi bakal tinggi, karena ada beberapa alasan,” tutur Nunung.

Melanjutkan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19, sambung Nunung, mendapat penolakan. Bahkan, meminta untuk ditunda, sambil menunggu pandemi Virus Korona benar-benar reda.

“Dari masyarakat juga banyak yang kemudian khawatir atau takut untuk datang menggunakan hak suaranya ke TPS, lantaran takut tertular Covid-19. Atau apatis terhadap pesta demokrasi,” katanya.

Sehingga, perlu kerja ekstra dari seluruh stakeholder terkait, guna memberikan kepercayaan bahwa Pilkada Serentak 2020 aman dari penularan Covid-19 dan tidak menjadi cluster baru penyebaran Virus Korona.

Golput Trending Topik di Twitter Indonesia

Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 digelar serentak pada Rabu (09/12). Di waktu yang sama, kata kunci Golput alias tidak memilih masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia. Sebagai informasi, Pilkada Serentak tahun ini harus digelar di tengah masa pandemi virus Korona (Covid-19). Hal ini sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat yang khawatir dengan adanya penularan virus.

KPU pun angkat bicara soal seruan Golput yang beredar di media sosial. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan netizen dan warga tidak perlu khawatir dengan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 karena pihaknya telah melakukan persiapan matang.

“Sepanjang seluruh pihak mematuhi penerapan protokol kesehatan, sebenarnya enggak ada yang perlu dikhawatirkan,” tutur Arief, Rabu (09/12). “Kekhawatiran itu bisa jadi muncul kalau ada pihak-pihak yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” katanya (rd/arn/cky)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu, Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya