suasana TPS rutan
PILKADA DEPOK : Suasana TPS 42 saat warga binaan Rutan I B Cilodong Depok menggunakan haknya sebagai pemilih dalam perhelatan demokrasi Pilkada Kota Depok, TPS dihiasi dengan menampilkan kebudayaan betawi guna menarik minat pemilih. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
suasana TPS rutan
PILKADA DEPOK : Suasana TPS 42 saat warga binaan Rutan I B Cilodong Depok menggunakan haknya sebagai pemilih dalam perhelatan demokrasi Pilkada Kota Depok, TPS dihiasi dengan menampilkan kebudayaan betawi guna menarik minat pemilih. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia meraih kemenangan dari nomor urut 2 Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, di Rutan Cilodong I Depok, Kelurahan/Kecamatan Cilodong. Kemenangan ini di dapat dari dua TPS yang terdapat di lingkungan tersebut.

Kepala Rutan Cilodong Depok, Dedy Cahyadi menerangkan, dari dua TPS yang ada di Rutan, yakni TPS 42 dan 43. Pradi-Afifah berhasil memenangkan suara. Dari keseluruhan untuk Paslon 1 mendapat sebanyak 340 suara, lalu Paslon 2 memperoleh 256 suara.

“Dari total 782 daftar pemilih yang ada di Rutan, sekitar 622 pemilih menggunakan hak suaranya. Tapi tetap kita ke depankan protokol kesehatan,” tegas Dedy di Rutan Cilodong.

Dia menjelaskan, pada TPS 42 Pradi-Afifah mendapatkan 168 suara, sedangkan Idris-Imam mendapatkan 122 suara. Lalu, TPS 43 Pradi-Afifah mendapatkan 172 suara dan Idris-Imam mendapatkan 132 suara.

“Sekitar 160 orang sisanya yang tidak memilih, itu sudah menjalani asimilasi sehingga terbebas di luar Rutan dan ada beberapa yang surat keterangannya tidak ada,” bebernya.

Demi menghibur suasana para warga binaan serta meningkatkan partisipasi pemilih. Rutan Cilodong menyulap dua TPS tersebut menjadi aroma budaya Betawi, lengkap dengan baju adat yang di kenakan para petugas.

“Total ada 16 petugas TPS. Kita memang sengaja buat menarik begini. Selain tingkatkan partisipasi pemilih, sekaligus jufa menjaga kearifan lokal Depok,” ungkap Dedy.

Dia menuturkan, TPS 42 dan 43 yang ada di rutan, mulai dari gapura hingga seluruh bagian menampilkan budaya Betawi. Hal tersebut sebagai bentuk melestarikan budaya Kota Depok, agar warga binaan mengenali budaya.

“Semuanya menggunakan baju pangsi adat Betawi seperti peci dan sabuknya. Upaya dilakukan agar menarik warga binaan untuk menggunakan hak pilihnya,” jelas Dedy.

Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan warga binaan. Termasuk juga sebagai upaya Rutan Cilodong Kota Depok memenuhi hak pilih warga binaannya dalam Pilkada. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya