Beranda Politika Program Pradi-Afifah Dianggap Lebih Realistis untuk Depok

Program Pradi-Afifah Dianggap Lebih Realistis untuk Depok

0
Program Pradi-Afifah Dianggap Lebih Realistis untuk Depok
TEGAS : Pradi Supriatna dan Afifah Alia pasangan nomor urut 1 calon Walikota/Wakil Kota Depok saat menjawab pertanyaan debat, Senin (30/11). FOTO : ISTIMEWA
pradi afifah RS keliling
TEGAS : Pradi Supriatna dan Afifah Alia pasangan nomor urut 1 calon Walikota/Wakil Kota Depok saat menjawab pertanyaan debat, Senin (30/11). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Forum Alumni Depok (FAD) pun membedah program-program yang diajukan kedua Calon Walikota-Wakil Walikota di ajang Pilkada Depok tahun 2020. Forum tersebut merupakan perkumpulan alumni dari beberapa perguruan tinggi dan SMA di Kota Depok, Jawa Barat.

Dalam keterangan tertulisnya, FAD mengajak warga Depok untuk memilih Pradi-Afifah karena dinilai memiliki program yang lebih realistis. Hal itu terlihat dalam alokasi dana untuk pembangunan tingkat kelurahan hingga rukun warga (RW) dan program kesehatan untuk masyarakat.

Ketua FAD, Joris Tutupoli menjelaskan, alokasi dana yang disiapkan pasangan Pradi Afifah Rp 500.000.000 per RW, sementara pasangan Idris -Imam menganggarkan bantuan Rp 5 miliar per kelurahan.

Jika dilihat dari aspek pemerataan dan efektivitas, maka program pasangan Pradi-Afifah lebih realistis dan merata karena dari demografi dan jumlah RW setiap kelurahan sangat berbeda. Sedangkan program yang ditawarkan pasangan Idris-Imam terkesan terpusat hanya di tingkat kelurahan dan bakal sulit diawasi.

Kemudian, lanjut Yayat, program unggulan lain terkait dengan jaminan kesehatan dan berobat gratis. Pradi-Afifah hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), sementara program Idris-Imam menggunakan Kartu Depok Sehat (KDS). Jika mencermati program ini, program pasangan Pradi-Afifah lebih efisien, efektif dan mudah, mengingat tanpa ada lagi pembuatan kartu yang tentu saja bisa menjadi pemborosan anggaran.

“Selain itu, penggunaan KTP bisa langsung dipakai karena warga sudah pasti memilikinya. Sedangkan KDS bisa digunakan setelah dibuat kartunya terlebih dahulu,” ujar Yayat yang juga alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Seperti diketahui, Mohammad Idris dan Pradi Supriatna merupakan pasangan Walikota Depok dan Wakil Walikota Depok yang sebentar lagi akan berakhir masa jabatannya. Dalam beberapa kesempatan, Idris mengklaim bahwa Depok mengalami sejumlah perkembangan dan perbaikan ekonomi warga selama kepemimpinannya.