stok darah menipis
STOK DARAH : Petugas menunjukkan kantung darah di Kantor PMI, Grand Depok City, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
stok darah menipis
STOK DARAH : Petugas menunjukkan kantung darah di Kantor PMI, Grand Depok City, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Unit Donor Darah Palang merah Indonesia (UDD PMI) Kota Depok memastikan stok darah menjelang akhir tahun masuk dalam kategori tidak aman. Tercatat saat ini, ada sekitar 108 kantung darah yang terdapat di markas PMI, Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong.

Kepala UDD PMI Kota Depok, Dr Widya Astriani menegaskan stok persediaan darah di PMI masih dalam kategori tidak aman, tentu hal ini karena dampak dari pandemi covid-19 yang menurunkan semangat donor darah.

“Iya mas tidak aman, kami tidak bisa prediksi membutuhkan berapa pastinya. Tapi jumlah segitu dipastikan kurang, apalagi menjelang tahun baru,” tegas Widya kepada Radar Depok.

Diketahui saat ini, dari 108 kantung darah yang tersedia di PMI, di antarnya Golongan Darah A 38 kantung, B 21 kantung, AB 13 kantung, dan O 36 kantung.

“Permintaan juga tidak menentu, tidak bisa diperkirakan yang paling banyak di butuhkan yang golongan darah apa. Intinya semua golongan itu penting dan dibutuhkan,” ungkapnya, Senin (14/12)

Meski stok darah kurang, UDD PMI Depok bukan berarti tanpa upaya untuk mengamankan stok darah. Namun, ditekankan Widya, upaya berbagai cara sudah dilakukan tapi masih kekurangan karena harus menerapkan prosedur protokol kesehatan sejak pandemi.

“Jumlahnya yang tidak bisa sekaligus banyak, harus bertahap. Ini juga memengaruhi ketersediaan masyarakat dalam mendonor,” papar Widya.

Disampaikan Widya, beberapa waktu lalu, jajaran TNI yang berada di Koramil Kota Depok melakukan donor darah sehingga sangat membantu persedian stok darah di markas PMI.

“Itu sudah dilakukan, tentu kami sangat berterima kasih, biar ini jadi pembuktian kalau donor di saat pandemi tidak masalah,” katanya.

PMI juga berharap adanya peran dari berbagai lapisan masyarakat, baik jajaran pemerintah, komunitas, hingga ormas untuk bersama melakukan kebaikan, dengan menyumbangkan darahnya kepada orang yang membutuhkan, sebab setetes darah akan sangat berarti. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya