Beranda Politika Survei DEEP : Elektabilitas Pradi-Afifah Meroket hingga 60 Persen

Survei DEEP : Elektabilitas Pradi-Afifah Meroket hingga 60 Persen

0
Survei DEEP : Elektabilitas Pradi-Afifah Meroket hingga 60 Persen
PEMAPARAN : Direktur DEEP Indonesia, Yusfitriadi (Kanan) didampingi Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah (Tengah) saat merilis survei ketiga yang dilakukan DEEP di salah satu restoran di bilangan Margonda, Kecamatan Beji, Kamis (03/12). FOTO : ISTIMEWA
hasil survei deep pilkada depok
PEMAPARAN : Direktur DEEP Indonesia, Yusfitriadi (Kanan) didampingi Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah (Tengah) saat merilis survei ketiga yang dilakukan DEEP di salah satu restoran di bilangan Margonda, Kecamatan Beji, Kamis (03/12). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Elektabilitas Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Pradi Supriatna-Afifah Alia meroket hingga 60 persen dalam rilis survei yang dikeluarkan lembaga Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP).

Sedangkan, pesaingnya Paslon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2,Mohammad Idris-Imam Budi Hartono hanya mendapatkan 31 persen. Sedangkan 9 persen responden belum menentukan pilihannya di Pilkada Depok 2020.

“Survei dilakukan DEEP sejak 29 November 2020 hingga 2 Desember 2020. Selama Pilkada 2020, DEEP telah melakukan survei sebanyak tiga kali. Untuk yang terakhir mengangkat Metedologi Kampanye dan Kepatuhan Protokol Covid-19,” tutur Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah didampingi Direkrut DEEP Indonesia, Yusfitriadi dalam prescon yang dilakukan di salah satu restoran di bilangan Margonda, Kecamatan Beji, Kamis (03/12).

Fajri menerangkan, survei menggunakan metodelogi sampling dengan jumlah 800 responden, melalui wawancara dan tatap muka, dengan margin of errornya sebesar 3,5 persen, periode 29 November-2 Desember 2020.

Kemudian, hasil keterpilihan tersebut bisa berdasarkan banyak faktor. Disebutkan Fajri, melihat dari survei yang dilakukan tekait tema, metodologi yang dilakukan Paslon Nomor Urut 1, Pradi-Afifah, melakukan kampanye dengan pertemuan terbatas sebanyak 25 persen.

“Kampanye dengan blusukan sebanyak 32 persen. Dan untuk kampanye secara daring atau online sebanyak 21 persen,” paparnya.

Sedangkan, sambung Fajri, untuk Idris-Imam yang diusung Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS), melakukan kampanye dengan pertemuan terbatas sebanyak 24 persen, blusukan sebanyak 17 persen, dan daring atau online 23 persen.